Bandara Dhoho Kediri yang dibangun dengan investasi tahap pertama hingga Rp13 triliun kini diproyeksikan memperoleh peran tambahan pada layanan haji dan umrah. Bandara tersebut berpeluang menjadi titik embarkasi dan debarkasi mulai 2027 apabila rencana penerbangan ke Arab Saudi terlaksana.
Potensi ini membuat pengembangan bandara tidak hanya bertumpu pada kapasitas penumpang reguler. Infrastruktur yang telah tersedia juga membuka ruang bagi Dhoho untuk mendukung layanan penerbangan dengan jangkauan lebih luas.
Kapasitas Awal hingga 1,5 Juta Penumpang
Pembangunan tahap pertama mencakup terminal penumpang, terminal kargo, bangunan penunjang operasional, fasilitas PK-PPK, dan menara pengatur lalu lintas udara. Fasilitas tersebut dirancang untuk melayani hingga 1,5 juta penumpang.
Landasan pacu Bandara Dhoho memiliki ukuran 3.300 x 45 meter. Infrastruktur lainnya mencakup apron, taxiway, jalan, serta runway end safety area atau RESA.
| Tahap Pengembangan | Fokus Utama | Kapasitas atau Waktu |
|---|---|---|
| Tahap I | Terminal, kargo, runway, apron, taxiway, dan fasilitas operasional | Hingga 1,5 juta penumpang |
| Tahap II | Pengembangan terminal, kargo, apron, dan taxiway | Diperkirakan mulai 2035 |
| Tahap III | Pengembangan terminal, kargo, dan apron | — |
Dalam jangka panjang, Bandara Dhoho dirancang mengikuti pertumbuhan jumlah penumpang hingga kapasitas ultimate 10 juta penumpang dalam 50 tahun. Pengembangan tahap kedua diperkirakan berjalan mulai 2035, kemudian diteruskan dengan perluasan terminal, kargo, dan apron pada tahap ketiga.
Peluang Layanan Haji dan Umrah
Bandara Dhoho berpotensi membuka jalur penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebelumnya menjajaki pemanfaatan bandara ini sebagai titik keberangkatan dan kepulangan jemaah haji maupun umrah mulai 2027.
Jika rencana tersebut berjalan, Dhoho dapat membantu fungsi Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo. Juanda selama ini melayani jemaah dari Jawa Timur serta sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.
Embarkasi dari Kediri diproyeksikan melayani sekitar 10.548 jemaah haji dari 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Daerah yang disebut mencakup Kediri, Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, dan Bojonegoro.
Suntikan Modal Baru dari Gudang Garam
Di tengah proyeksi peran baru tersebut, PT Gudang Garam Tbk. menyetor tambahan modal Rp200 miliar kepada PT Surya Dhoho Investama atau SDHI. SDHI adalah anak usaha yang membangun dan menjadi entitas investasi Bandara Dhoho.
Keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 14 Agustus 2026 menyebut Gudang Garam mengambil 200.000 saham baru SDHI. Nilai nominal per saham tercatat Rp1 juta.
| Keterangan | Sebelum Transaksi | Setelah Transaksi |
|---|---|---|
| Modal ditempatkan dan disetor | Rp14,3 triliun | Rp14,5 triliun |
| Saham Gudang Garam | 14.299.999 saham | 14.499.999 saham |
| Porsi kepemilikan Gudang Garam | 99,9% | 99,9% |
Transaksi tersebut meningkatkan modal ditempatkan dan disetor SDHI menjadi Rp14,5 triliun. Total saham perusahaan setelah penambahan modal mencapai 14.500.000 saham.
Tambahan modal ditujukan untuk memperkuat operasional Bandara Dhoho pada fase berikutnya. Kepemilikan Gudang Garam yang tetap 99,9% memastikan perusahaan tersebut masih menjadi pemegang saham pengendali SDHI.






