The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura kembali membuka panggung bagi pegolf Indonesia untuk bersaing dalam atmosfer turnamen internasional. Ajang ini memiliki arti khusus setelah Kevin Caesario Akbar pernah menjadi juara pada edisi perdana 2023.
Catatan lainnya datang dari Naraajie Emerald Ramadhan Putra, pemilik tiga gelar Asian Development Tour (ADT). Ia menempati posisi T3 pada edisi 2025 dengan skor 14-under, hanya satu pukulan di belakang Nopparat Panichphol dari Thailand.
Prestasi tersebut memberi konteks bahwa persaingan di turnamen ini tidak ringan bagi pemain tuan rumah. Pada edisi mendatang, 100 pegolf amatir akan bergabung dengan 100 pegolf profesional dalam format yang menguji kemampuan dan mental bertanding.
Amatir mendapat ujian langsung
Peserta amatir tidak hanya mengejar skor pribadi saat tampil di The Indonesia Pro-Am. Mereka juga akan berada dalam tim bersama profesional, sehingga ketenangan, strategi, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian dari tuntutan pertandingan.
Format profesional-amatir memberi pengalaman bermain dalam ritme yang berbeda dari kompetisi biasa. Setiap peserta dapat mengukur permainannya ketika hasil tim ikut bergantung pada kontribusi di lapangan.
Turnamen akan digelar pada 19-21 Agustus di Gunung Geulis Country Club, Bogor. East Course dan West Course digunakan untuk dua putaran awal, lalu peserta melanjutkan kompetisi menuju babak final.
Persaingan individual dan tim
Status turnamen dalam kalender ADT menambah nilai kompetitif bagi seluruh peserta. Para profesional bertanding pada kategori individual, sementara kategori pro-am team mengedepankan kemitraan antara profesional dan amatir.
| Komponen | Keterangan | Nilai |
|---|---|---|
| Peserta profesional | Bertanding dalam turnamen | 100 orang |
| Peserta amatir | Bertanding dalam format pro-am | 100 orang |
| Hadiah individual | Kategori profesional | 125 ribu dolar AS |
| Hadiah pro-am team | Kategori tim | 25 ribu dolar AS |
Total hadiah profesional yang diperebutkan mencapai 150 ribu dolar AS. Jumlah tersebut merupakan gabungan hadiah 125 ribu dolar AS di kategori individual dan 25 ribu dolar AS pada kategori pro-am team.
Persaingan tim bukan sekadar agenda tambahan dalam turnamen ini. Dalam tiga penyelenggaraan sebelumnya, pasangan dari Thailand, Malaysia, Australia, dan Indonesia sudah pernah meraih gelar juara.
Dukungan untuk perkembangan golf nasional
Combiphar menempatkan dukungan terhadap turnamen sebagai komitmen jangka panjang bagi golf Indonesia. Perusahaan itu telah mendukung ajang ADT di Indonesia sejak 2016.
Penyelenggaraan tahun ini juga berlangsung saat Combiphar merayakan 55 tahun perjalanan pada 2026. Momentum tersebut digunakan untuk memperluas pengalaman kompetitif bagi pegolf amatir sekaligus mendukung profesional Indonesia mengejar prestasi internasional.
President Director Combiphar Michael Wanandi menyatakan, “Melalui The Indonesia Pro-Am, kami ingin memberikan pengalaman kompetitif yang berharga bagi pegolf amatir Indonesia sekaligus terus mendukung para pegolf profesional untuk berprestasi di tingkat internasional.”
Dengan hadirnya pemain amatir dan profesional dalam satu arena, turnamen ini menawarkan pembelajaran dari tekanan kompetisi secara langsung. Panggung di Gunung Geulis menjadi ruang bagi peserta tuan rumah untuk mengasah kesiapan menuju persaingan yang lebih tinggi.






