Ketergantungan Impor Energi Membuat Kurs Rp17.500 Masuk Hitungan RAPBN 2027

Ketergantungan Indonesia pada impor minyak, BBM, gas, dan sejumlah kebutuhan lain membuat asumsi kurs menjadi komponen penting dalam RAPBN 2027. Pemerintah menetapkan nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS sebagai salah satu dasar perhitungan fiskal.

Transaksi strategis negara masih banyak menggunakan denominasi dolar AS. Karena itu, setiap perubahan kurs dapat berkaitan dengan kebutuhan pembiayaan serta besaran transaksi pemerintah yang terpapar nilai mata uang tersebut.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai angka Rp17.500 per dolar AS perlu dilihat sebagai gambaran kondisi pasar. Ia menekankan bahwa penyusunan asumsi APBN tidak seharusnya didorong oleh harapan yang tidak sejalan dengan situasi faktual.

“Kita harus realistis. Selama ini rupiah berada di kisaran Rp17.000 bahkan Rp18.000 (per dolar AS),” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Target Berbeda dari Asumsi Tahun Sebelumnya

Asumsi kurs dalam RAPBN 2027 berada di batas atas rentang awal pemerintah, yakni Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS. Sementara itu, APBN 2026 menggunakan asumsi rata-rata nilai tukar rupiah sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Perbandingan tersebut memperlihatkan kurs tetap menjadi variabel yang mendapat perhatian dalam perencanaan anggaran. Penggunaan angka objektif dipandang penting agar APBN dapat menjadi acuan yang kredibel bagi pasar.

IndikatorTarget RAPBN 2027
Nilai tukar rupiahRp17.500 per dolar AS
Pertumbuhan ekonomi6%
Inflasi2,5%
Suku bunga SBN 10 tahun6,9%
Harga minyak mentah IndonesiaUS$75 per barel
Lifting minyak610 ribu barel per hari
Lifting gas954 ribu barel setara minyak per hari

Selain kurs, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan inflasi 2,5 persen. Asumsi suku bunga SBN 10 tahun dipatok 6,9 persen, sedangkan harga minyak mentah Indonesia ditetapkan US$75 per barel.

Dalam sektor hulu migas, lifting minyak ditargetkan mencapai 610 ribu barel per hari. Lifting gas diproyeksikan sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

Penguatan ke Level Rp16.000 Dinilai Tidak Mudah

Misbakhun menyatakan rupiah akan sulit dikembalikan ke level Rp16.000 per dolar AS dalam situasi sekarang. Ia bahkan menilai level Rp15.000 per dolar AS tampak semakin sulit untuk dicapai.

“Nah ini kita harus realistis. Realistisnya bahwa saat ini kita sulit sekali menggeser rupiah itu kembali ke Rp16.000,” kata Misbakhun. Menurutnya, level Rp15.000 per dolar AS “sepertinya sudah tidak mungkin”.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan paket asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027 dalam pidato Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Sidang Paripurna DPR RI, Jumat (14/8). Indikator kurs, pertumbuhan, inflasi, suku bunga, dan energi disusun sebagai satu rangkaian dasar bagi perhitungan anggaran tahun berikutnya.

Di tengah penggunaan dolar AS dalam transaksi negara dan kebutuhan impor energi, pergerakan rupiah akan tetap menjadi faktor yang diperhatikan. Penetapan asumsi Rp17.500 per dolar AS mencerminkan kebutuhan untuk menyesuaikan perencanaan fiskal dengan kondisi yang dihadapi pasar.

Baca Juga