IMF Tak Khawatir pada Argentina, Kepercayaan Pasar Diuji oleh Utang 2027

Keyakinan IMF terhadap Argentina datang saat negara itu bersiap menghadapi pembayaran utang valuta asing yang besar pada 2027. Total kewajiban, termasuk bunga, mencapai US$ 32,3 miliar dan menjadi salah satu ujian paling penting bagi pemerintahan Javier Milei.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyatakan tidak khawatir dengan kemampuan Argentina menghadapi beban tersebut. Pernyataan itu disampaikan di Buenos Aires bersama Menteri Ekonomi Luis Caputo menjelang peninjauan ketiga program pinjaman IMF senilai US$ 20 miliar.

“Saya tidak khawatir dengan Argentina,” kata Georgieva. Penilaian ini didasarkan pada sejumlah perbaikan ekonomi yang terlihat sejak Milei menjabat pada akhir 2023.

Kepercayaan Investor Menjadi Kunci

Pasar akan mencermati apakah pemerintah mampu memperoleh pembiayaan tanpa kembali bergantung pada pasar modal internasional. Argentina berencana menggabungkan pendanaan lembaga multilateral, privatisasi aset negara, dan penerbitan surat utang domestik.

Kebutuhan dana pada 2027 memiliki dimensi politik yang kuat karena bertepatan dengan periode pencalonan kembali Milei. Keraguan investor terhadap peluang masa jabatan kedua Milei dapat memperbesar tekanan pada akses pembiayaan negara.

Perubahan arah kebijakan di bawah pemerintahan berbeda juga menjadi risiko yang diperhitungkan pasar. Jika ketidakpastian meningkat, biaya dan kesulitan memperoleh pembiayaan dapat bertambah.

TahunPos PembiayaanNilai
2027Kewajiban utang valuta asing, termasuk bungaUS$ 32,3 miliar
2028Pembiayaan repo hasil pengalihan dari 2027US$ 6 miliar

Pengalihan pembiayaan repo US$ 6 miliar ke 2028 telah mengurangi jumlah kewajiban yang sebelumnya menumpuk pada 2027. Kendati demikian, nilai utang yang tersisa masih cukup besar untuk menjadi perhatian utama investor.

Hasil Program Stabilisasi

IMF memuji penguatan cadangan devisa, penurunan inflasi, dan disiplin fiskal Argentina. Perbaikan ini dinilai telah membantu mengurangi profil risiko negara yang lama mengalami siklus krisis ekonomi berulang.

Inflasi bulanan menjadi indikator yang paling mencolok dari perubahan tersebut. Angkanya turun dari 25,5% pada Desember 2023 menjadi 1,9% pada Juni 2026.

IndikatorPerbandingan PeriodePerubahan
Inflasi bulananDesember 202325,5%
Inflasi bulananJuni 20261,9%

Perbaikan kondisi ekonomi turut mendukung kenaikan peringkat utang Argentina oleh Moody’s. S&P Global dan Fitch juga sebelumnya mengambil langkah serupa.

Langkah lembaga pemeringkat tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kebijakan stabilisasi pemerintah. Namun, peringkat yang membaik belum menghapus seluruh kerentanan pada utang dan kebutuhan pendanaan Argentina.

Peringatan Mengenai Risiko yang Masih Ada

IMF tetap memasukkan “risiko luar biasa” dalam penilaiannya atas ekonomi Argentina. Lembaga itu menyebut utang negara masih berkelanjutan, tetapi belum memiliki tingkat keyakinan tinggi bahwa keberlanjutan itu dapat terjaga secara terus-menerus.

Artinya, disiplin fiskal dan reformasi struktural perlu tetap dijalankan ketika pemerintah mengejar stabilitas yang lebih permanen. Kegagalan menjaga dua faktor tersebut dapat kembali menggoyahkan kepercayaan yang mulai terbentuk.

Tekanan berikutnya tidak hanya datang dari investor dan lembaga internasional. Analis Verisk Maplecroft Mariano Machado menilai pemerintah harus membuktikan bahwa perbaikan indikator makroekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.

“Masalah Milei bukan lagi apakah cerita makroekonominya dipercaya di luar negeri. Tantangannya adalah apakah para pemilih dapat benar-benar merasakannya di dalam negeri,” ujar Machado.

Pembayaran utang pada 2027 akan menjadi ujian atas kemampuan Argentina menjaga pasar tetap percaya sekaligus mempertahankan dukungan domestik. Kedua faktor itu akan menentukan seberapa kuat pemulihan ekonomi yang dibangun pemerintah Milei dapat bertahan.

Baca Juga