IHSG melanjutkan kenaikannya saat pergerakan bursa Asia berlangsung terbelah. Indeks Harga Saham Gabungan naik 0,91 persen atau 56,24 poin dan menutup perdagangan Senin, 20 Juli 2026, di level 6.231,78.
Hasil tersebut memperpanjang reli pasar saham Indonesia menjadi delapan hari berturut-turut. Penguatan terutama didukung minat beli pada saham sektor industri, energi, dan barang baku.
Penguatan Indonesia Berbeda dengan Sejumlah Bursa Utama
Hang Seng Hong Kong mencatat kenaikan 2,36 persen menjadi 25.143,05, sementara Shanghai Composite naik 0,85 persen ke 3.796,28. Pergerakan positif dua indeks itu tidak diikuti sejumlah pasar utama lain di kawasan.
Nikkei 225 Jepang terkoreksi 4,03 persen ke 64.141,12. KOSPI Korea Selatan turun 4,46 persen dan mengakhiri perdagangan pada level 6.516,27.
| Indeks | Perubahan | Level Penutupan |
|---|---|---|
| IHSG | Naik 0,91% | 6.231,78 |
| Hang Seng | Naik 2,36% | 25.143,05 |
| Nikkei 225 | Turun 4,03% | 64.141,12 |
| KOSPI | Turun 4,46% | 6.516,27 |
S&P/ASX 200 Australia melemah tipis 0,06 persen, sedangkan Asia Dow turun 1,04 persen. Kondisi tersebut memperlihatkan sentimen global masih membuat arah pasar regional tidak merata.
Penguatan Ditopang Hampir Seluruh Sektor
Data perdagangan BEI yang dikutip Kompas menunjukkan 10 dari 11 sektor bergerak menguat. Sektor perindustrian memimpin penguatan dengan kenaikan 3,44 persen.
Energi naik 2,61 persen dan barang baku bertambah 2,01 persen. Properti dan real estat menguat 1,44 persen, disusul barang konsumen primer yang naik 1,08 persen.
Transportasi meningkat 1,00 persen, sementara infrastruktur naik 0,73 persen. Barang konsumen nonprimer bertambah 0,52 persen, kesehatan menguat 0,33 persen, dan keuangan naik 0,06 persen.
Teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan koreksi 0,56 persen. Penguatan sektor-sektor besar menjaga IHSG tetap berada di jalur positif hingga akhir perdagangan.
399 Saham Ditutup Menguat
Pasar mencatat 399 saham menguat, 210 saham melemah, dan 185 saham tidak berubah. Indeks LQ45 turut meningkat 0,94 persen ke posisi 627,75.
Volume transaksi mencapai 35,11 miliar saham dengan nilai sekitar Rp16,25 triliun. Aktivitas tersebut berlangsung dalam 2,38 juta kali frekuensi perdagangan.
| Saham | Status | Perubahan | Penutupan |
|---|---|---|---|
| DEWA | Penguat LQ45 | Naik 9,34% | Rp398 |
| BRPT | Menguat | Naik 6,19% | Rp1.800 |
| ANTM | Pelemah LQ45 | Turun 2,28% | Rp3.000 |
| MAPI | Melemah | Turun 0,99% | Rp1.505 |
DEWA menjadi penguat terbesar di LQ45 dengan kenaikan 9,34 persen ke Rp398. CUAN juga meningkat 6,35 persen ke Rp670, sedangkan BRPT naik 6,19 persen ke Rp1.800.
ANTM menjadi pelemah terbesar di LQ45 setelah turun 2,28 persen ke Rp3.000. UNTR menurun 1,32 persen ke Rp26.200 dan MAPI melemah 0,99 persen ke Rp1.505.
Saham Besar Mendominasi Nilai Perdagangan
BBCA membukukan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp1,94 triliun. TPIA menyusul dengan nilai transaksi Rp1,61 triliun.
BBRI mencatat transaksi Rp1,19 triliun dan BMRI sebesar Rp879,77 miliar. BRPT juga membukukan nilai transaksi Rp480,62 miliar.
Di tengah reli saham, rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,252 persen ke Rp17.935 per dollar AS. Investor mencermati inflasi domestik serta dampak kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi terhadap prospek ekonomi.






