IHSG berbalik melemah setelah MSCI mengumumkan hasil August Index Review 2026. Pada pengumuman itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO dinyatakan keluar dari MSCI Global Standard Indexes.
Indeks saham gabungan sempat dibuka menguat di posisi 6.388. Hingga pukul 09.06 WIB, IHSG kemudian turun 18,09 poin atau 0,28 persen ke level 6.355.
Reaksi pasar pada awal sesi terjadi ketika perhatian tertuju pada perubahan susunan anggota indeks MSCI. Seluruh penyesuaian komposisi yang disebut dalam pengumuman akan efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
GOTO Keluar, CPIN Bergeser Kategori
GOTO dikeluarkan dari kelompok MSCI Global Standard Indexes. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atau CPIN tidak dikeluarkan, tetapi dipindahkan ke MSCI Global Small Cap Indexes.
Perbedaan status ini menempatkan kedua emiten pada perubahan yang tidak sama. GOTO tidak lagi tercatat dalam indeks global standar, sedangkan CPIN berpindah ke kelompok perusahaan berkapitalisasi kecil.
| Nama Emiten | Kode Saham | Perubahan Keanggotaan |
|---|---|---|
| PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk | GOTO | Keluar dari MSCI Global Standard Indexes |
| PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk | CPIN | Pindah ke MSCI Global Small Cap Indexes |
| PT Bank Jago Tbk | ARTO | Keluar dari MSCI Global Small Cap Indexes |
| PT Bukalapak.com Tbk | BUKA | Keluar dari MSCI Global Small Cap Indexes |
Pada kelompok MSCI Global Small Cap Indexes, disebut terdapat sembilan emiten Indonesia yang terdepak dari keanggotaan. Nama yang tersedia dalam rincian meliputi ARTO, BUKA, PT ESSA Industries Indonesia Tbk atau ESSA, PT MD Intertainment Tbk atau FILM, dan PT Medikaloka Hermina Tbk atau HEAL.
Rincian lima emiten itu merupakan bagian dari sembilan saham yang disebut keluar dari indeks small cap. Sementara GOTO dan CPIN berada dalam kategori perubahan tersendiri menurut hasil review tersebut.
Pergerakan Pasar pada Sesi Awal
IHSG bergerak dalam rentang 6.336,30 sampai 6.390 pada awal perdagangan. Data RTI yang dikutip Detik Finance mencatat volume transaksi mencapai 3,09 miliar saham.
Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp1,38 triliun. Frekuensi perdagangan saham mencapai 200.559 kali dalam periode yang sama.
Jumlah saham yang menguat masih mencapai 318 emiten pada sesi awal. Namun, terdapat 149 saham yang melemah dan 205 saham yang bergerak tetap.
Di tingkat negara, MSCI mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market pada Tinjauan Tahunan Negara 2026 untuk Indeks MSCI Frontier Emerging Markets. Hasil peninjauan itu tidak mengubah daftar negara Emerging Markets yang telah tercakup.
MSCI menyampaikan bahwa Tinjauan Tahunan Negara 2026 telah dilakukan untuk indeks tersebut. “Tidak akan ada perubahan pada daftar Emerging Markets yang saat ini tercakup dalam Indeks MSCI Frontier Emerging Markets sebagai hasil dari tinjauan ini,” tulis MSCI.
Dengan status negara yang tetap, fokus pasar tertuju pada perubahan anggota indeks saham. Efektivitas penyesuaian pada akhir Agustus 2026 menjadi agenda penting bagi emiten yang masuk dalam hasil review MSCI.






