Hyundai Neira diperkirakan menawarkan jarak tempuh hingga 490 km dengan dukungan pengisian cepat DC sampai 100 kW. Bekal tersebut disiapkan untuk menopang perannya sebagai kendaraan listrik keluarga dengan kapasitas hingga tujuh penumpang.
Informasi yang muncul dari prototipe mengarah pada waktu pengisian dari 10 persen ke 80 persen sekitar 39 menit. Hyundai sendiri belum mengumumkan spesifikasi final baterai maupun performa pengisian untuk model produksi.
Perkiraan Baterai dan Jarak Tempuh
Neira disebut berpotensi tersedia dalam dua opsi baterai, sekitar 42 kWh dan 51,4 kW. Perkiraan jarak tempuhnya berada pada rentang 404 km hingga 490 km, tergantung varian serta standar pengujian yang digunakan.
| Komponen | Perkiraan Data Prototipe |
|---|---|
| Pilihan baterai | Sekitar 42 kWh dan 51,4 kW |
| Jarak tempuh | Sekitar 404 km hingga 490 km |
| Pengisian cepat DC | Hingga 100 kW |
| Pengisian 10-80 persen | Sekitar 39 menit |
Baterai yang digunakan Neira diperkirakan berasal dari produksi dalam negeri Hyundai LG Indonesia. Rencana itu selaras dengan strategi Hyundai untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penggunaan komponen lokal.
Neira direncanakan diproduksi di Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Cikarang, Jawa Barat. Tingkat kandungan dalam negeri yang ditargetkan mencapai sekitar 80 persen juga dapat membuka peluang insentif pemerintah.
Menjawab Kebutuhan Mobil Keluarga
Selain sistem penggerak listrik, kekuatan utama Hyundai Neira terletak pada kabin tiga baris yang dapat mengangkut hingga tujuh orang. Model ini menggabungkan proporsi SUV dengan kepraktisan MPV untuk penggunaan rutin dan perjalanan antarkota.
| Aspek | Informasi Hyundai Neira |
|---|---|
| Panjang | Sekitar 4.550 mm |
| Lebar | Sekitar 1.800 mm |
| Jarak sumbu roda | Sekitar 2.780 mm |
| Kapasitas penumpang | Hingga 7 penumpang |
Jarak sumbu roda sekitar 2.780 mm mendukung penataan ruang untuk tiga baris kursi. Secara teknis, Neira diperkirakan berbagi basis platform dengan Kia Carens EV atau Clavis EV yang menitikberatkan efisiensi produksi dan kenyamanan kabin.
Desain depan prototipe memakai lampu LED memanjang horizontal. Neira juga terlihat dilengkapi ban serep, elemen praktis yang semakin jarang ditemukan pada kendaraan listrik modern.
Untuk kenyamanan dan keselamatan, versi konsep memperlihatkan atap kaca panoramik, hiburan digital, konektivitas pintar, serta Hyundai SmartSense. Hyundai belum memastikan apakah seluruh kelengkapan itu akan tersedia pada versi produksi massal.
Masih Menunggu Tahap Produksi Massal
Neira diperkenalkan dalam bentuk prototipe pada GIIAS 2026 dan namanya terinspirasi dari Pulau Banda Neira di Maluku. Hyundai mengembangkan kendaraan ini dengan pendekatan yang lebih lokal dibanding sejumlah model global yang dipasarkan di Indonesia.
Menurut palpos.disway.id, Neira masih menjalani pengembangan akhir serta riset pasar. Produksi massal diperkirakan dimulai menjelang akhir 2026, sedangkan pemasarannya diproyeksikan berlangsung sekitar November 2026 atau pada penghujung tahun.
Jika jadwal tersebut terealisasi, Hyundai Neira akan menjadi salah satu pilihan mobil listrik tujuh penumpang buatan Indonesia. Kombinasi baterai lokal, target kandungan lokal tinggi, dan kabin lapang menempatkannya sebagai penantang BYD M6 di segmen keluarga.






