Usai Periksa di Singapura, Hotman Paris Diminta Kendalikan Berat Badan

Pemeriksaan Hotman Paris Hutapea di Singapura berujung pada anjuran untuk mengendalikan berat badan. Pengacara itu mengungkapkan bahwa ia diminta menjalani diet setelah keluhan saraf kejepit dikaitkan dengan kegemukan.

Hotman secara khusus menyebut pengurangan nasi dan mi sebagai bagian dari perubahan pola makan yang harus dilakukan. Ia menempatkan diet sebagai langkah yang perlu dijalankan setelah menerima hasil diagnosis.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura. Menurut Hotman, diagnosis disampaikan oleh dokter Li Yung Hua.

Dalam unggahan media sosial yang dikutip Beritasatu.com pada Senin (27/7/2026), ia menyampaikan bahwa dokter menilai dirinya mengalami kegemukan. Hotman juga mengatakan istrinya diminta turut mengawasi agar program pengendalian berat badan berjalan.

“Saya di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena Singapura, berdasarkan hasil diagnosa dokter Li Yung Hua, saya kegendutan dan dia memerintahkan istri saya agar tidak boleh gendut,” ujar Hotman. Pernyataan itu disampaikan saat menjelaskan hasil pemeriksaan yang diterimanya di Singapura.

Berat badan menjadi perhatian

Hotman menyatakan bahwa berat badan berlebih menjadi salah satu pemicu saraf kejepit yang dialaminya. Ia menegaskan perlunya mencegah kondisi kegemukan melalui pengaturan makan.

“Saya diminta untuk tidak boleh gendut, saya harus diet, mengurangi nasi, mi dan istri saya ini bukan sebatas pengawas keuangan saja tetapi juga pengawas diet,” lanjutnya. Dari keterangan itu, nasi dan mi menjadi dua jenis konsumsi yang disebut akan dibatasi.

Ia tidak memaparkan secara detail bentuk pengobatan medis lain yang dijalani. Informasi yang tersedia hanya mencakup pemeriksaan, diagnosis yang disampaikannya, serta arahan untuk melakukan diet.

Agustianne ikut mengawasi

Agustianne Marbun disebut berperan membantu Hotman mematuhi pola makan yang dianjurkan. Hotman menggambarkan peran istrinya kini mencakup pengawasan keuangan keluarga sekaligus diet.

Ia menyebut Agustianne sebagai head keeper dalam pengaturan makan tersebut. “Jadi, justru salah satu pemicunya adalah kegendutan. Istri sebagai head keeper saya,” kata Hotman.

Kondisi saraf kejepit ini sebelumnya menjadi perhatian setelah Hotman mundur sebagai kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Saat itu, ia disebut harus menjalani pengobatan di Singapura.

Penjelasan terbaru Hotman menunjukkan bahwa pengendalian berat badan menjadi fokus dalam penanganan yang ia jalani. Perubahan kebiasaan makan, terutama pengurangan nasi dan mi, disebut sebagai bagian dari arahan tersebut.

Baca Juga