Harga Rp500 juta hingga Rp550 juta menjadi posisi yang disiapkan PT Sokonindo Automobile untuk DFSK E5 Plus. SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV ini juga datang dengan status berbeda karena sudah dirakit di Indonesia.
Model tersebut telah mulai diproduksi di fasilitas Cikande, Serang, Banten. Perakitan lokal menjadikan DFSK E5 Plus bukan sekadar kendaraan elektrifikasi yang diperkenalkan untuk pasar domestik, melainkan produk yang telah keluar dari lini produksi dalam negeri.
Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengonfirmasi asal unit tersebut pada pengumuman kisaran harga di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. “Produksinya sudah dimulai. Dan 10 unit yang kita hadirkan di sini, sudah produksi dalam negeri,” ujar Cing Hok Rifin.
Sepuluh unit yang dihadirkan perusahaan berarti sudah berasal dari produksi lokal. Sokonindo Automobile menempatkan langkah itu sebagai bagian dari komitmen memperkuat investasi di Indonesia.
Jarak Listrik 140 Kilometer
DFSK E5 Plus memakai Smart Power System DE-i yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Sistem tersebut didukung baterai berkapasitas 25 kWh untuk penggunaan listrik murni ataupun tenaga gabungan.
Mode listrik murni pada SUV ini diklaim dapat menempuh jarak hingga 140 kilometer. Jika baterai dan tangki bahan bakar digunakan secara optimal, jarak tempuh totalnya disebut bisa mencapai 1.400 kilometer.
| Komponen | Spesifikasi | Klaim atau fungsi |
|---|---|---|
| Sistem penggerak | Smart Power System DE-i | Gabungan mesin bensin dan motor listrik |
| Baterai | 25 kWh | Mendukung mode listrik murni |
| Mode listrik murni | Hingga 140 km | Jarak tempuh yang diklaim |
| Jarak total | Hingga 1.400 km | Saat baterai dan tangki optimal |
| Efisiensi bahan bakar | 83,3 km per liter | Pengujian NEDC |
Perusahaan mengumumkan konsumsi bahan bakar sebesar 83,3 kilometer per liter berdasarkan pengujian NEDC. Angka itu menjadi bagian dari penawaran efisiensi yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin dalam satu kendaraan.
Baterai Dapat Menjadi Sumber Daya Luar Kendaraan
DFSK E5 Plus turut dilengkapi Vehicle to Load atau V2L. Fitur ini memungkinkan energi dari baterai mobil digunakan sebagai sumber listrik untuk perangkat elektronik di luar kendaraan.
Informasi yang disampaikan belum merinci perangkat yang bisa dipakai dan kapasitas daya yang dapat disalurkan. Meski begitu, V2L memberi tambahan fungsi ketika kendaraan tidak digunakan untuk berkendara.
Rincian harga final dan jumlah varian DFSK E5 Plus belum diumumkan. Perusahaan juga belum menjelaskan pembagian harga untuk setiap konfigurasi yang akan dipasarkan.
DFSK memandang Indonesia sebagai pasar strategis untuk pengembangan kendaraan elektrifikasi di masa depan. Menjelang GIIAS 2026, E5 Plus membawa kombinasi produksi Cikande, baterai 25 kWh, klaim jarak listrik 140 kilometer, serta kisaran harga mulai Rp500 juta.






