Saham GOTO akan dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index efektif 1 September 2026, ketika PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk justru mencatat laba bersih pada semester I 2026. Perseroan membukukan laba Rp607,48 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp580,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perubahan status dalam indeks ini menjadi perhatian pemegang saham karena dapat dipandang sebagai kabar yang kurang menyenangkan. GoTo menilai keputusan tersebut bersifat teknis dan tidak mencerminkan perubahan pada fundamental bisnis perusahaan.
Perubahan Indeks Berlaku Awal September
MSCI memasukkan saham GOTO sebagai satu dari dua emiten Indonesia yang dikeluarkan dalam MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review. Perubahan komposisi itu diterapkan pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, 31 Agustus 2026, lalu berlaku mulai 1 September 2026.
GoTo menyatakan akan tetap membuka dialog aktif dengan MSCI terkait hasil peninjauan tersebut. Perseroan menegaskan bahwa evaluasi indeks dilakukan secara periodik, sedangkan strategi operasional tetap berorientasi pada penciptaan nilai bagi pemegang saham.
Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny mengatakan perusahaan mencermati keputusan itu serta memahami dampaknya bagi investor. Pernyataan tersebut disampaikan Audrey dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026.
“Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GOTO dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami,” ujar Audrey. Menurutnya, peninjauan tersebut tidak menjadi alasan bagi perusahaan untuk mengubah fokus operasional.
Kinerja Keuangan Berbalik Positif
Di tengah eksklusi dari indeks, kinerja GoTo pada paruh pertama 2026 memperlihatkan perubahan signifikan. Pendapatan bersih perseroan naik 28,45% secara tahunan menjadi Rp10,99 triliun dari sebelumnya Rp8,55 triliun.
Pertumbuhan pendapatan itu terjadi ketika biaya dan beban juga meningkat, tetapi dengan laju yang lebih rendah. Biaya dan beban tercatat Rp10,21 triliun, naik 16,87% dibandingkan Rp8,73 triliun pada semester I 2025.
| Pos Keuangan | Semester I 2026 | Semester I 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Laba/rugi bersih | Laba Rp607,48 miliar | Rugi Rp580,01 miliar | Berbalik positif |
| Pendapatan bersih | Rp10,99 triliun | Rp8,55 triliun | Naik 28,45% |
| Biaya dan beban | Rp10,21 triliun | Rp8,73 triliun | Naik 16,87% |
Selain mencatat laba bersih, EBITDA Grup yang disesuaikan GoTo mencapai Rp1 triliun untuk pertama kalinya. Angka tersebut menempatkan perseroan pada jalur target EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun sepanjang 2026.
Pencapaian itu menunjukkan perbaikan hasil operasional di tengah perubahan status saham GOTO dalam indeks MSCI. GoTo tetap menempatkan peningkatan nilai bagi pemegang saham sebagai fokus utama setelah hasil peninjauan indeks diumumkan.
Aset Tercatat Rp47,47 Triliun
Total aset GoTo per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp47,47 triliun. Nilai tersebut sama dengan total liabilitas dan ekuitas perseroan pada periode yang sama.
Eksklusi dari MSCI Global Standard Index dan perbaikan laba menjadi dua perkembangan penting bagi investor GoTo. Perseroan menyatakan akan melanjutkan komunikasi dengan MSCI sambil menjaga fokus bisnis pada kinerja operasional dan penciptaan nilai jangka panjang.






