Gempa susulan bermagnitudo 6,2 yang terjadi 46 kilometer di timur laut Labuan Bajo memperkuat kesiapsiagaan penerbangan di Flores dan sekitarnya. Lima bandara diperiksa setelah sebelumnya gempa utama bermagnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nagekeo.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyiapkan bandara untuk tetap mendukung layanan penerbangan dan pengiriman bantuan pascabencana. Upaya itu dijalankan melalui skema Get Airport Ready for Disaster atau GARD.
GARD Disiapkan untuk Dukungan Penanganan Bencana
Skema GARD digunakan untuk mempersiapkan kesiapan bandar udara saat bencana terjadi. Kesiapan tersebut penting agar kebutuhan pengiriman bantuan dapat didukung dari sisi transportasi udara.
Di saat yang sama, otoritas memantau fasilitas operasional penerbangan di lokasi terdampak. Masyarakat pengguna jasa penerbangan diminta mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara dan maskapai.
Penyesuaian layanan juga diberlakukan pada unit navigasi penerbangan yang gedung towernya mengalami kerusakan. Pelayanan sementara dialihkan ke area aman melalui rencana kontinjensi.
Personel Navigasi Dilaporkan Selamat
Unit pelayanan navigasi yang terdampak berada di Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng. Seluruh personel pada unit-unit tersebut dilaporkan selamat.
Pengalihan layanan dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan operasional di tengah pemantauan kondisi bangunan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara masih menilai dampak gempa terhadap sarana navigasi dan infrastruktur pendukung.
Lima Bandara dalam Pemeriksaan
Pemeriksaan mencakup Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, serta Bandara Soa di Bajawa. Kelima bandara tersebut melaporkan dampak guncangan dengan tingkat rincian yang berbeda.
| Bandara | Lokasi | Kondisi yang Dilaporkan |
|---|---|---|
| Bandara Komodo | Labuan Bajo | Melaporkan dampak guncangan |
| Bandara H. Hasan Aroeboesman | Ende | Melaporkan dampak guncangan |
| Bandara Umbu Mehang Kunda | Waingapu | Melaporkan dampak guncangan |
| Bandara Frans Sales Lega | Ruteng | Melaporkan dampak guncangan |
| Bandara Soa | Bajawa | Kerusakan sedang pada landasan pacu dan retakan bangunan operasional |
Bandara Soa menjadi lokasi yang melaporkan kerusakan sedang pada area landasan pacu. Retakan baru juga ditemukan pada sejumlah bangunan operasional di bandara tersebut.
Kerusakan yang dipantau meliputi bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lain. Dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyebut adanya kerusakan dan retakan pada fasilitas-fasilitas tersebut.
Gempa Utama Terjadi Pukul 05.58 WITA
BMKG mencatat gempa utama bermagnitudo 7,0 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada 38 kilometer di timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Selang 15 menit, gempa susulan bermagnitudo 6,2 tercatat pada pukul 06.13 WITA. Otoritas perhubungan udara melanjutkan pemantauan guna memastikan kesiapan fasilitas dan layanan penerbangan di wilayah terdampak.






