Gempa Guncang NTT, Bandara Soa-Bajawa Catat Kerusakan Sedang pada Runway

Gempa di Nusa Tenggara Timur berdampak pada lima bandar udara, dengan Bandar Udara Soa-Bajawa mencatat kerusakan sedang pada runway. Retakan baru juga dilaporkan muncul di sejumlah titik pada landasan pacu bandara tersebut.

Kondisi runway menjadi perhatian karena pemeriksaan fasilitas udara dilakukan dengan keselamatan penerbangan sebagai prioritas. Kementerian Perhubungan masih melakukan asesmen untuk memastikan kelayakan setiap fasilitas yang terdampak.

Pemeriksaan mencakup terminal hingga gedung operasional

Selain landasan pacu, retakan dilaporkan terjadi pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, dan fasilitas pendukung lainnya. Tingkat kerusakan pada masing-masing lokasi masih diperiksa lebih lanjut.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melaksanakan pemantauan bersama pengelola bandara dan penyelenggara navigasi penerbangan. Pemeriksaan mencakup kondisi infrastruktur, kesiapan personel, serta kelangsungan operasional penerbangan.

Lukman menegaskan, “Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.” Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan sambil memantau perkembangan di lapangan.

Daftar bandara yang terdampak

Bandar udaraWilayahDampak yang dilaporkan
KomodoLabuan BajoTermasuk lokasi terdampak gempa
H. Hasan AroeboesmanEndeTermasuk lokasi terdampak gempa
Umbu Mehang KundaWaingapuTermasuk lokasi terdampak gempa
Frans Sales LegaRutengTermasuk lokasi terdampak gempa
SoaBajawaKerusakan sedang pada runway dan retakan baru

Komodo di Labuan Bajo, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Umbu Mehang Kunda di Waingapu, serta Frans Sales Lega di Ruteng masuk dalam daftar bandara terdampak. Soa di Bajawa menjadi lokasi dengan laporan khusus mengenai kondisi runway.

Pelayanan navigasi tetap dijaga

Gempa juga berdampak pada Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng. Pada lokasi dengan gedung tower yang mengalami kerusakan, pelayanan navigasi sementara dipindahkan ke tempat aman.

Rencana kontinjensi diterapkan agar pelayanan navigasi penerbangan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan. Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi di lokasi terdampak dilaporkan selamat.

Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menilai kelayakan fasilitas sebelum operasional berjalan sesuai kondisi terbaru. Informasi pembaruan akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dan asesmen diterima.

Data gempa yang tercatat

Menurut InaTEWS BMKG, gempa utama bermagnitudo 7,0 terjadi pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer di timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG mencatat gempa bermagnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA dengan pusat di laut. Lokasinya sekitar 46 kilometer di timur laut Labuan Bajo dan berada pada kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 dilaporkan mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Pusat gempa itu berada sekitar 30 kilometer di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Dukungan bantuan melalui bandara

Kementerian Perhubungan menyiapkan skema GARD untuk mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Bandara dapat menunjang mobilitas logistik dan bantuan ke wilayah bencana.

Pengguna transportasi udara diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pengelola bandara serta maskapai. Kementerian Perhubungan juga menyampaikan belasungkawa atas gempa yang terjadi di sejumlah wilayah Kepulauan Flores.

Baca Juga