Kerusakan berat pada ruang tunggu Pelabuhan L. Say Maumere menjadi dampak paling fatal dari gempa magnitudo 5,0 di Flores. Seorang penumpang kapal, Bernadus Muda (66), meninggal setelah tertimpa material bangunan.
Gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 07.17 WITA. Peristiwa itu tidak berpotensi tsunami, tetapi menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan pemadaman listrik di Maumere.
Ruang Tunggu Pelabuhan Mengalami Kerusakan Berat
Bernadus Muda berada di dalam ruang tunggu saat bangunan di Pelabuhan L. Say Maumere mengalami kerusakan akibat guncangan. Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Tc Hillers Maumere.
Pelabuhan merupakan salah satu fasilitas publik yang dilaporkan terdampak paling serius. Selain bangunan pelabuhan, sejumlah rumah warga turut mengalami dampak gempa yang dirasakan kuat di Pulau Flores.
Getaran terasa di beberapa wilayah, termasuk Mbay, Borong, Ruteng, Ende, dan Maumere. Warga di kawasan pesisir Kabupaten Sikka sempat panik dan mengungsi ke area yang lebih tinggi.
Layanan Rumah Sakit Turut Terganggu
Guncangan juga memicu kepanikan di RSUD Tc Hillers Maumere. Ratusan pasien bersama tenaga kesehatan sempat mengungsi ke halaman luar bangunan.
Evakuasi dilakukan sebagai langkah keselamatan setelah gempa terjadi. Kondisi sejumlah bangunan serta fasilitas publik masih menjadi perhatian di wilayah terdampak.
Maumere dan Sekitar Padam Total
Pascagempa, Kota Maumere dan daerah sekitarnya mengalami pemadaman listrik secara serentak. Situasi itu menyulitkan warga yang membutuhkan telepon seluler untuk berkomunikasi dengan kerabat.
Warga Maumere, Agustinus Melky, menyatakan pemadaman tidak hanya berlangsung di lingkungannya. “Pemadaman tidak hanya terjadi di tempat tinggal kami tetapi serentak Kota Maumere dan sekitarnya,” ujarnya.
Melky mengatakan hambatan pengisian daya telepon menjadi masalah bagi warga yang ingin memberi kabar keselamatan. Pemadaman meluas terjadi saat masyarakat masih berupaya merespons dampak gempa.
Data Pusat Gempa
Data United States Geological Survey atau USGS menunjukkan pusat gempa berada di laut sekitar 65 kilometer arah utara-barat laut Ende. Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer dengan koordinat 8,3348 Lintang Selatan dan 121,359 Bujur Timur.
| Parameter | Informasi |
|---|---|
| Kekuatan gempa | Magnitudo 5,0 |
| Waktu kejadian | Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 07.17 WITA |
| Lokasi episentrum | Laut, 65 kilometer utara-barat laut Ende |
| Kedalaman | 10 kilometer |
| Potensi tsunami | Tidak berpotensi tsunami |
USGS mengategorikan peristiwa tersebut sebagai gempa sedang berdasarkan kekuatannya. Ketiadaan potensi tsunami tidak menghilangkan risiko dari kerusakan bangunan akibat guncangan kuat.
Masyarakat di lokasi terdampak diminta tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Perkembangan kondisi bangunan, fasilitas umum, dan jaringan listrik masih terus menjadi perhatian setelah gempa.






