Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mencapai intensitas VII MMI di Aesesa, Riung, dan Kota Mbay. Selain memicu kerusakan ringan pada bangunan warga, gempa ini menimbulkan ancaman tsunami bagi sejumlah pesisir di NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan.
Warga yang berada di kawasan berstatus Siaga diminta segera mengungsi mandiri menuju lokasi lebih tinggi. BMKG memperkirakan gelombang tsunami di area Siaga dapat mencapai 0,5 hingga 3 meter.
Dampak Guncangan Menyebar di Flores
Intensitas VII MMI di Aesesa, Riung, dan Kota Mbay menjadi tingkat guncangan terkuat yang tercatat dalam peristiwa ini. Di ketiga lokasi tersebut, kerusakan ringan pada bangunan warga telah terdeteksi.
Wolowae dan Bajawa mengalami getaran dengan intensitas VI MMI. Warga di Ende, Borong, dan Ruteng merasakan gempa pada intensitas V MMI.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan hanya mengikuti informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Gempa Dangkal Memicu Peringatan Tsunami
Gempa Nagekeo terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB di wilayah timur laut Nagekeo. Gempa tersebut berkedalaman 15 kilometer dan kemudian diikuti peringatan dini tsunami.
BMKG menerbitkan Peringatan Dini 1 pada pukul 05.00 WIB, lalu menerbitkan Peringatan Dini 2 pada pukul 05.09 WIB. Gelombang pertama diperkirakan tiba di wilayah terdampak dalam rentang pukul 05.02 WIB hingga 06.01 WIB.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyatakan pemodelan menunjukkan ancaman tsunami meliputi tiga provinsi. Penetapan status dilakukan berdasarkan potensi tinggi gelombang di masing-masing wilayah.
Peta Status untuk Pesisir Terdampak
| Status | Wilayah | Perkiraan Tinggi Gelombang |
|---|---|---|
| Siaga | Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto | 0,5-3 meter |
| Waspada | Bima, Dompu, Wajo, sebagian Flores Timur | Di bawah 0,5 meter |
Status Siaga berlaku bagi Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, serta Flores Timur di NTT. Jeneponto di Sulawesi Selatan juga berada dalam kategori Siaga.
Kawasan Tsunami NTT menjadi perhatian utama karena sejumlah pesisir Flores masuk kategori ancaman tertinggi. Warga di wilayah ini perlu memprioritaskan evakuasi mandiri sesuai arahan yang telah disampaikan.
Bima dan Dompu di NTB masuk status Waspada bersama Wajo di Sulawesi Selatan. Sebagian wilayah Flores Timur lainnya juga berada dalam status Waspada dengan ancaman gelombang di bawah 0,5 meter.
Informasi Resmi Menjadi Acuan
Wijayanto meminta masyarakat tidak terpancing isu yang tidak jelas kebenarannya selama penanganan berlangsung. “Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” kata Wijayanto.
BMKG tetap menjadi rujukan resmi untuk perkembangan kondisi gempa dan ancaman tsunami. Warga pesisir di wilayah Siaga perlu terus memantau arahan lembaga tersebut sambil menjauhi area berisiko.






