Sebanyak 11 gardu induk di Flores yang sempat tidak beroperasi telah kembali diaktifkan setelah gempa magnitudo 7,7. Pemulihan gardu menjadi bagian penting untuk mengembalikan pasokan listrik di wilayah terdampak.
Namun, normalisasi belum menjangkau seluruh pelanggan karena longsor dan tiang listrik roboh masih menghambat pekerjaan di sejumlah titik. Hingga Minggu (16/8/2026), listrik baru kembali menjangkau sekitar 88 persen pelanggan terdampak.
Jaringan utama hampir seluruhnya kembali beroperasi
PT PLN (Persero) menyatakan 58 dari 59 penyulang listrik yang terdampak telah kembali beroperasi. Capaian itu menandakan pemulihan jaringan telah mencapai sekitar 98,3 persen.
Gangguan pascagempa sebelumnya menyebabkan sejumlah pembangkit dan gardu induk padam. PLN memulihkan pembangkit secara bertahap untuk memastikan pasokan dapat kembali menopang kebutuhan masyarakat di Flores.
| Komponen Kelistrikan | Jumlah | Status |
|---|---|---|
| Penyulang terdampak | 59 penyulang | 58 telah beroperasi kembali |
| Gardu induk terdampak | 11 gardu | Seluruhnya telah diaktifkan |
| Pelanggan terdampak | Sekitar 88 persen | Kembali terlayani listrik |
Pekerjaan tersisa dipusatkan di daerah yang aksesnya terdampak longsor. Penanganan tiang listrik roboh dilakukan secara bertahap agar pemulihan tidak mengabaikan keamanan jaringan setelah gempa.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo berada di Labuan Bajo untuk menangani gangguan kelistrikan di Flores. Ia menyatakan tim perusahaan segera dikerahkan setelah bencana terjadi.
“Tim PLN langsung bergerak cepat mengatasi kondisi sistem kelistrikan yang sempat terdampak karena terjadinya bencana gempa,” kata Darmawan. PLN menyebut personelnya terus bekerja untuk menyelesaikan titik gangguan yang masih tersisa.
Gangguan listrik terjadi di tengah dampak besar gempa
Gempa pada Sabtu (15/8/2026) juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan di Nusa Tenggara Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 47 orang meninggal dunia hingga pukul 18.48 WIB pada hari yang sama.
Korban meninggal paling banyak tercatat di Manggarai dengan 24 orang dan Manggarai Timur dengan 17 orang. Sikka mencatat tiga korban, sementara Ngada serta Ende masing-masing mencatat satu korban meninggal.
Petugas melakukan evakuasi dan memberikan perawatan medis kepada korban luka-luka. BNPB masih mendata dampak kerusakan pada rumah warga dan fasilitas yang digunakan masyarakat.
| Kategori Kerusakan | Jumlah | Status Data |
|---|---|---|
| Rumah rusak berat | 157 unit | Sementara |
| Rumah rusak sedang | 41 unit | Sementara |
| Rumah rusak ringan | 148 unit | Sementara |
BNPB juga mencatat 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas umum lainnya turut terdampak oleh gempa.
Pasokan listrik yang kembali aktif dibutuhkan untuk mendukung aktivitas warga dan layanan di daerah bencana. Pemulihan penuh masih bergantung pada kelancaran penanganan longsor serta penggantian atau perbaikan tiang listrik yang roboh.






