Gaji Lebih Tinggi dan AI Mendorong Gen Z Meninggalkan Jalur Karier Tunggal

Gaji yang lebih tinggi menjadi alasan utama bagi banyak profesional muda untuk berpindah pekerjaan. Riset International Workplace Group (IWG) menunjukkan 30 persen responden Gen Z menjadikan tawaran kompensasi lebih besar sebagai pendorong utama mobilitas kerja.

Perpindahan tersebut tidak lagi dipandang sebagai penyimpangan dari jalur karier, melainkan bagian dari strategi membangun keamanan finansial. Sebanyak 43 persen profesional muda dalam riset itu telah berganti pekerjaan dua hingga tiga kali selama tiga tahun terakhir.

Karier portofolio semakin dipilih

Tekanan biaya hidup, inflasi, dan utang pendidikan membuat satu sumber pendapatan dinilai tidak selalu cukup. Sebanyak 48 persen responden menyebut faktor-faktor tersebut sebagai alasan utama mencari pemasukan tambahan.

Dalam kondisi itu, 33 persen responden telah memiliki atau mempertimbangkan pekerjaan sampingan. Pilihan ini mencerminkan pergeseran menuju karier portofolio, yakni pola kerja yang memadukan pekerjaan utama, proyek tambahan, dan peluang usaha.

IndikatorHasil Riset IWGDampak bagi Pekerja Muda
Pekerjaan sampingan33 persen memiliki atau mempertimbangkanPendapatan dibuat lebih beragam
Perubahan akibat AI55 persen memperkirakan dampak signifikanKeterampilan perlu terus diperbarui
Mobilitas kerja43 persen berganti kerja 2-3 kali dalam tiga tahunPeluang peran dan kompensasi dicari aktif
Perjalanan ke kantor65 persen enggan memulai usaha sampingan bila perjalanan panjangFleksibilitas lokasi makin penting

Mobilitas kerja dan pekerjaan tambahan berjalan beriringan dengan kebutuhan untuk menyesuaikan kemampuan. Sebanyak 55 persen responden menilai AI akan mengubah arah karier mereka secara signifikan.

Otomatisasi membuat pekerja muda perlu melihat perubahan industri lebih cepat dan menambah keterampilan yang relevan. Namun, riset itu juga memperlihatkan bahwa kemampuan manusia tetap dipandang penting di tengah penggunaan teknologi yang meningkat.

Empati dan kepemimpinan tetap dibutuhkan

Sebanyak 90 persen pemimpin sumber daya manusia menyatakan bisnis dapat terhambat berinovasi bila tidak memprioritaskan kemampuan manusia. Penilaian tersebut menempatkan kemampuan interpersonal sebagai pelengkap penting bagi penguasaan teknologi.

Dalam survei yang sama, 65 persen pemimpin menyatakan AI tidak mampu meniru empati. Sebanyak 53 persen lainnya menilai kepemimpinan masih menjadi ranah eksklusif manusia.

Manajer IWG Indonesia, Yoga Priyautama, menilai Gen Z memasuki pasar kerja ketika transformasi industri berlangsung sangat cepat. Menurutnya, situasi tersebut mendorong pekerja muda untuk memperkuat nilai tambah melalui kemampuan baru dan sumber penghasilan yang lebih beragam.

“Generasi Z memasuki dunia kerja di tengah periode transformasi yang signifikan. Dengan AI yang semakin cepat mengubah berbagai industri dan peran pekerjaan, mereka beradaptasi dengan mengembangkan keterampilan baru, membangun beragam sumber penghasilan, serta menciptakan karier portofolio untuk memperkuat nilai tambah mereka,” ujar Yoga.

Waktu tempuh memengaruhi pilihan kerja

Strategi karier tersebut juga berkaitan erat dengan cara pekerja mengatur waktu di luar pekerjaan utama. Sebanyak 65 persen responden menyatakan tidak ingin merintis usaha sampingan apabila harus menghabiskan banyak waktu untuk perjalanan harian ke kantor.

Kerja hybrid memberi ruang untuk mengurangi waktu perjalanan dan mengalokasikan energi ke proyek pribadi. Riset IWG mencatat 24 persen pekerja merasa perjalanan yang lebih singkat membantu mereka fokus pada proyek di rumah.

Selain itu, 20 persen responden menyatakan pola kerja fleksibel memungkinkan mereka menjajaki karier baru tanpa meninggalkan posisi utama. Sebanyak 21 persen melihat sistem tersebut membuka kesempatan berkolaborasi dengan profesional di luar industri inti mereka.

IWG menambah 1.100 lokasi baru sepanjang 2025 untuk menjawab kebutuhan ruang kerja yang lebih dekat dengan tempat tinggal. Fleksibilitas lokasi pun menjadi bagian penting dari cara pekerja muda mengelola waktu, meningkatkan kemampuan, dan membuka peluang pendapatan baru.

Baca Juga