Kekhawatiran bahwa gadget dapat membuat jantung anak melemah tidak didukung oleh penjelasan dokter. Bermain perangkat digital bukan penyebab langsung penurunan kemampuan jantung dalam memompa.
Dokter Jantung Anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio, menyebut terdapat penyebab lain yang dapat membuat kemampuan pompa jantung menurun. Ia menegaskan penggunaan gadget tidak dapat dijadikan alasan untuk menyimpulkan seorang anak mengalami jantung lemah.
“Jadi bukan karena main gadget, tentu saja ada penyebab lainnya,” kata dr Anisa dalam keterangannya kepada health.detik.com. Dokter tersebut tidak merinci penyebab lain yang dimaksud.
Arti Jantung Lemah dalam Penjelasan Medis
Jantung lemah merujuk pada kondisi ketika kemampuan pompa jantung mengalami penurunan. Pengertian ini berbeda dengan anggapan umum yang mengaitkannya dengan anak yang banyak duduk atau lama berada di depan layar.
Karena memiliki definisi khusus, istilah tersebut tidak dapat dilekatkan hanya berdasarkan kebiasaan memakai gadget. Penilaian kondisi jantung harus mempertimbangkan penyebab yang tepat, bukan asumsi dari aktivitas digital anak.
dr Anisa menjelaskan kekeliruan itu mungkin berawal dari anggapan bahwa anak menjadi malas bergerak setelah bermain gadget terlalu lama. Akan tetapi, kurang bergerak dan melemahnya kemampuan pompa jantung merupakan dua hal yang tidak bisa disamakan.
“Karena ya mungkin dikaitkan main gadget jadi malas bergerak, jantung melemah. Padahal jantung melemah itu kita definisikan kemampuan pompa jantung yang melemah,” ujar dr Anisa.
Jangan Menarik Kesimpulan dari Kebiasaan Layar
Penggunaan gadget memang kerap dikaitkan dengan anak yang lebih sedikit melakukan aktivitas gerak. Namun, kaitan tersebut tidak berarti perangkat digital menyebabkan fungsi pompa jantung menurun.
Orang tua tidak perlu langsung menilai anak yang sering menggunakan layar memiliki gangguan jantung. Kebiasaan tersebut tidak cukup menjadi dasar untuk menyebut jantung anak lemah.
Memahami perbedaan ini dapat membantu menghindari penggunaan istilah medis secara sembarangan. Setiap kekhawatiran mengenai kesehatan jantung anak perlu dilihat dalam konteks kondisi dan penyebabnya.
Penjelasan dokter menegaskan bahwa gangguan pada kemampuan pompa jantung tidak dapat disederhanakan sebagai dampak bermain gadget. Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan anak perlu didasarkan pada pemahaman medis yang sesuai.
Gadget dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari anak, tetapi bukan penentu tunggal kondisi jantungnya. Penilaian jantung lemah tetap mengacu pada penurunan fungsi pompa jantung serta penyebab lain yang relevan.






