Sekitar 2.000 warga di Nagekeo dilaporkan mengungsi atau meninggalkan wilayah yang dianggap berisiko setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores. Evakuasi dilakukan di tengah peringatan tsunami serta gangguan akses akibat longsor di sejumlah kawasan.
Bencana tersebut juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di berbagai wilayah. Reuters melaporkan sedikitnya 20 orang meninggal dunia pada perkembangan terbaru Sabtu, sementara pendataan masih berlangsung.
Maumere di Kabupaten Sikka termasuk daerah yang mengalami dampak cukup berat. Kerusakan dilaporkan menimpa rumah warga dan fasilitas publik, sedangkan gangguan komunikasi serta listrik menyulitkan penanganan darurat.
Guncangan Dangkal Memicu Peringatan Tsunami
Gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Lokasinya tercatat di koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer.
Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran berpotensi terasa kuat di wilayah luas. Parameter gempa menunjukkan mekanisme sesar naik atau thrust fault, yang dapat menyebabkan perubahan vertikal pada dasar laut.
Perubahan di dasar laut dapat menggeser massa air dan memunculkan gelombang tsunami. Karena itu, peringatan dini dikeluarkan segera setelah gempa utama terdeteksi.
Maurole Mencatat Gelombang Tertinggi
BMKG memantau tsunami di sejumlah titik pesisir Nusa Tenggara Timur dan daerah sekitar Flores. Gelombang tertinggi terukur di Maurole, Ende, pada pukul 05.27 WIB.
| Lokasi Pengamatan | Tinggi Gelombang |
|---|---|
| Maurole, Ende | 0,94 meter |
| Pelabuhan Kewapante, Sikka | 0,38 meter |
| Labuan Bajo | 0,36 meter |
| Flores Timur | 0,25 meter |
| Sikka | 0,19 meter |
| Dompu | 0,17 meter |
| Bakalang, Alor | 0,14 meter |
Gelombang tertinggi berada di bawah satu meter, tetapi tetap berbahaya bagi masyarakat yang berada dekat pantai. Warga pesisir sempat diarahkan untuk menjauhi garis pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi.
BMKG menghentikan peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah kondisi pemantauan lebih terkendali. Penghentian peringatan tidak menghilangkan perlunya kewaspadaan terhadap gempa susulan.
Akses dan Komunikasi Menjadi Tantangan
Longsor dan bentang wilayah Flores yang berbukit mengganggu perjalanan menuju beberapa daerah terdampak. Hambatan akses dapat memperlambat pengiriman bantuan, evakuasi, serta pendataan di lapangan.
Gangguan listrik dan komunikasi di Maumere juga berpotensi menghambat penyebaran informasi penting kepada masyarakat. Dalam situasi darurat, ketersediaan informasi yang cepat dan akurat menjadi bagian penting dari perlindungan warga.
Warga Diminta Mengikuti Informasi Resmi
Masyarakat diminta tidak memasuki atau berada di dekat bangunan yang belum dipastikan aman setelah guncangan. Bangunan yang telah rusak dapat menjadi lebih berbahaya apabila aktivitas seismik lanjutan terjadi.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga di pesisir perlu segera menjauh dari pantai apabila merasakan guncangan kuat atau berlangsung lama.
Aktivitas seismik di Flores dan sekitarnya masih dipantau secara waktu nyata. Peristiwa ini menunjukkan risiko gempa dan tsunami yang tetap tinggi di kawasan timur Indonesia dengan kondisi tektonik aktif.






