Dari Kapal NCC MASA ke Hudeida, Eskalasi Saudi-Houthi Masuk Fase Baru

Eskalasi Saudi-Houthi memasuki fase baru setelah ancaman terhadap kapal di Laut Merah berujung pada serangan udara di wilayah Yaman. Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik yang mereda sejak gencatan senjata 2022 kembali bergerak menuju konfrontasi terbuka.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang sejumlah titik di Provinsi Hudeida pada Jumat malam, 24/7/2026, waktu setempat. Operasi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya gangguan keamanan maritim selama sepekan terakhir.

Blokade Memicu Rantai Eskalasi

Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada awal pekan. Kelompok itu menyatakan akan menyerang kapal yang dianggap memiliki kaitan dengan Saudi di perairan Laut Merah.

Otoritas Transportasi Arab Saudi kemudian mengonfirmasi kapal NCC MASA mengalami kerusakan ringan akibat serangan. Kapal dagang milik kerajaan itu masih dapat melanjutkan pelayaran setelah dinyatakan aman.

Serangan terhadap kapal komersial menjadikan Laut Merah sebagai pusat perhatian dalam ketegangan terbaru. Gangguan pada jalur pelayaran dapat memperluas dampak konflik jauh dari garis depan daratan Yaman.

Suara.com melaporkan bahwa ketegangan maritim dalam sepekan terakhir merupakan yang belum pernah terjadi sejak gencatan senjata 2022. Kedua pihak memperkuat posisi militer di kawasan yang membentang dari Laut Merah hingga perbatasan Saudi.

Koalisi Sebut Target Bersifat Militer

Mayor Jenderal Turki al-Malki mengatakan operasi udara merupakan langkah proporsional atas serangan maritim sebelumnya. Juru bicara koalisi itu juga menyatakan tindakan militer tambahan akan dilakukan jika Houthi melanjutkan agresi.

Koalisi menyebut sasaran yang dihantam adalah objek militer yang sah. Basis angkatan laut di Hudeida dan kamp militer di Pulau Kamaran termasuk titik yang diumumkan dalam operasi tersebut.

Lokasi OperasiSasaranInformasi Tambahan
HudeidaBasis angkatan lautBerada di wilayah dikuasai Houthi
Pulau KamaranKamp militerDisebut koalisi sebagai target

Al Masirah TV melaporkan sedikitnya dua orang terluka akibat serangan udara itu. Media afiliasi Houthi tersebut juga menuduh fasilitas telekomunikasi serta pelabuhan Hudeida menjadi sasaran.

Al-Malki menolak tuduhan bahwa pelabuhan Hudeida diserang. “Pelabuhan Hudeida tidak menjadi target,” ujarnya.

Perhatian pada Pelabuhan dan Mediasi

Pelabuhan Hudeida berperan sebagai salah satu pintu utama masuknya bantuan kemanusiaan ke Yaman. Karena perannya itu, keamanan di sekitar pelabuhan menjadi isu penting ketika aktivitas militer meningkat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Oman masih mengupayakan mediasi untuk meredakan situasi. Namun, ancaman terhadap pelayaran dan respons militer di daratan membuat proses penyelesaian damai menghadapi tekanan baru.

Seorang diplomat Barat menilai prospek perdamaian semakin suram di tengah eskalasi ini. Langkah berikutnya dari Houthi di Laut Merah dan respons koalisi Saudi akan menentukan apakah ketegangan kembali mereda atau berkembang menjadi operasi militer lebih luas.

Baca Juga