Enam negara Arab menyatakan dukungan penuh kepada Gianni Infantino ketika tiga konfederasi besar menekan presiden FIFA itu untuk mundur. Perbedaan sikap tersebut memperlihatkan bahwa peta kekuatan menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret masih terbelah.
Federasi Qatar, Lebanon, Maroko, Sudan, Mesir, dan Mauritania menjadi kelompok yang menyatakan sokongan terbuka. Empat di antaranya tercatat sebagai anggota Dewan FIFA, sehingga posisi mereka dinilai memiliki bobot di dalam organisasi.
Pernyataan Dukungan dari Federasi Arab
Dalam pernyataan bersama yang dikutip Reuters pada Kamis, 13 Agustus 2026, para ketua federasi menyatakan keyakinan pada kepemimpinan Infantino. Mereka juga menegaskan pentingnya sepak bola Arab sebagai medium pemersatu masyarakat dan penguat kerja sama kawasan.
“Kami menyatakan dukungan penuh kami untuk Tuan Gianni Infantino, presiden FIFA,” demikian pernyataan para pemimpin federasi. Dukungan itu diberikan dengan penekanan pada peran sepak bola Arab dalam kerja sama antar-asosiasi di dunia Arab.
Para ketua federasi mengapresiasi apa yang mereka nilai sebagai upaya berkelanjutan Infantino dalam memajukan sepak bola global. Mereka menyoroti perluasan peluang di berbagai wilayah serta peran olahraga dalam menyatukan komunitas.
Keenam federasi juga menyatakan keinginan untuk menjaga kerja sama erat dengan Infantino. Mereka berharap sepak bola dunia dapat berkembang lebih kuat dan sejahtera, sekaligus memperluas kontribusi kawasan Arab.
Tekanan dari Tiga Konfederasi
Dukungan tersebut hadir saat UEFA, AFC, dan CONCACAF disebut meminta Infantino mengundurkan diri. Ketiga konfederasi itu menaungi 136 dari total 211 asosiasi anggota yang memiliki hak suara dalam pemilihan presiden FIFA.
Besarnya jumlah asosiasi di bawah tiga konfederasi itu menjadikan penolakan mereka sangat berpengaruh. Tekanan tersebut menjadi tantangan bagi Infantino dalam upayanya mempertahankan jabatan.
| Isu | Informasi |
|---|---|
| Federasi pendukung | Qatar, Lebanon, Maroko, Sudan, Mesir, Mauritania |
| Konfederasi penentang | UEFA, AFC, CONCACAF |
| Asosiasi di bawah tiga konfederasi | 136 dari 211 pemilik hak suara |
| Nilai proposal investasi | 4,2 miliar dolar AS |
| Porsi hak komersial | 20 persen |
Polemik Hak Komersial Turnamen
Desakan mundur berkaitan dengan polemik usulan penjualan sebagian hak komersial turnamen FIFA kepada pihak swasta. Proposal yang kemudian ditarik itu mencakup rencana penjualan 20 persen hak komersial senilai 4,2 miliar dolar AS.
Dalam pembahasannya, terdapat tawaran hibah 20 juta dolar AS bagi setiap asosiasi anggota pada siklus pendanaan berikutnya. Namun, tawaran tersebut tidak menghentikan perdebatan yang berkembang di antara pemangku kepentingan FIFA.
Penarikan proposal menutup rencana investasi itu, tetapi tidak serta-merta meredakan ketegangan politik. Perbedaan pandangan mengenai langkah tersebut kini beririsan dengan dinamika dukungan terhadap kepemimpinan Infantino.
Peran Qatar dan Maroko
Qatar dan Maroko menjadi dua negara yang menonjol di antara pendukung Infantino. Maroko juga memiliki posisi khusus karena akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030.
Pernyataan enam federasi Arab menunjukkan bahwa dukungan kepada Infantino masih datang dari sejumlah kawasan. Sebaliknya, sikap UEFA, AFC, dan CONCACAF memperlihatkan adanya penolakan kuat dari blok konfederasi dengan basis suara besar.
Kontras kedua posisi itu membuat pemilihan presiden FIFA pada Maret menjadi perhatian penting. Pertarungan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh polemik investasi, tetapi juga oleh kemampuan setiap pihak membangun dukungan di antara asosiasi anggota.






