Efisiensi biaya mengangkat laba bersih PT Gudang Garam Tbk menjadi Rp3 triliun pada semester pertama 2026. Capaian ini sekitar 25 kali lipat dibandingkan laba Rp117 miliar yang dibukukan pada periode sama tahun sebelumnya.
Lonjakan tersebut hadir di tengah pendapatan yang turun 7% secara tahunan. Penurunan beban cukai, biaya operasional, dan beban karyawan memperkuat profitabilitas ketika penjualan melemah.
Beban Operasional Menyusut Tajam
Beban operasional Gudang Garam turun 34% selama enam bulan pertama 2026. Pada kuartal kedua saja, beban tersebut juga tercatat lebih rendah 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan itu membantu mendorong margin laba usaha naik 830 basis poin pada semester pertama. Untuk periode April-Juni 2026, margin laba usaha meningkat 800 basis poin secara tahunan.
Biaya karyawan menjadi salah satu komponen yang mengalami penghematan. Stockbit Sekuritas mencatat beban karyawan turun 27% pada semester pertama, seiring jumlah karyawan berkurang dari 27 ribu orang pada Juni 2025 menjadi 21 ribu orang pada Juni 2026.
| Indikator Efisiensi | Kuartal II 2026 | Semester I 2026 | Perubahan Tahunan |
|---|---|---|---|
| Beban cukai | Turun 12% | Turun 14% | Mendorong margin laba kotor |
| Beban operasional | Turun 33% | Turun 34% | Mendorong margin laba usaha |
| Margin laba kotor | Naik 510 basis poin | Naik 600 basis poin | Secara tahunan |
| Margin laba usaha | Naik 800 basis poin | Naik 830 basis poin | Secara tahunan |
Cukai Menopang Perbaikan Margin
Penurunan biaya cukai menjadi pendorong utama ekspansi margin laba kotor menurut Stockbit Sekuritas. Beban cukai turun 12% pada kuartal kedua dan berkurang 14% sepanjang semester pertama 2026.
Dampaknya, margin laba kotor meningkat 510 basis poin pada kuartal kedua. Dalam akumulasi enam bulan, kenaikannya mencapai 600 basis poin secara tahunan.
Perbaikan margin itu terjadi saat pendapatan perseroan melemah. Pendapatan kuartal kedua turun 1%, sedangkan penurunan pada semester pertama mencapai 7% secara tahunan.
Laba Kuartalan Tetap Kuat
Gudang Garam membukukan laba bersih Rp1,4 triliun pada kuartal kedua 2026. Angka itu jauh lebih tinggi daripada Rp13 miliar pada kuartal kedua 2025 dan hampir menyamai laba Rp1,5 triliun pada kuartal pertama tahun ini.
Stockbit Sekuritas menilai laba semester pertama tersebut melampaui ekspektasi karena setara 77% estimasi konsensus 2026. Pemeriksaan saluran distribusi lembaga itu juga menunjukkan harga jual rata-rata produk Gudang Garam meningkat, sehingga pelemahan pendapatan diperkirakan terutama dipengaruhi volume penjualan.
Pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, saham GGRM naik 2,30% menjadi Rp20.025. Saham tersebut mencatat pembelian bersih asing Rp9,14 miliar setelah berada dalam tren penurunan pada 10-12 Agustus.






