EDC dengan Sensor Sidik Jari, Inovasi PolPay UGM Siapkan Transaksi Tanpa Kartu

Mesin EDC yang dipadukan dengan sensor sidik jari menjadi inti inovasi PolPay yang dikembangkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Perangkat ini dirancang untuk memverifikasi pembayaran tanpa mengharuskan pengguna membawa kartu fisik atau telepon genggam.

Setelah sidik jari dibaca oleh sensor, sistem biometrik PolPay menjalankan proses autentikasi transaksi. Model tersebut membuat identitas pengguna dalam pembayaran digital bertumpu pada data biometrik.

PolPay dikembangkan sebagai alternatif

PolPay atau Jempol Payment merupakan proyek dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta. Sistem ini dikembangkan sebagai alternatif pembayaran digital berbasis biometrik dengan perhatian pada kebutuhan biaya pengembangan.

Tim menilai rancangan yang lebih terjangkau penting karena teknologi pembayaran biometrik sejenis dapat memerlukan infrastruktur mahal. Karena itu, PolPay memadukan komponen EDC, sensor sidik jari, perangkat lunak, serta pemrosesan data dalam satu rancangan pengembangan.

Autentikasi berbasis sidik jari menghilangkan ketergantungan proses transaksi pada kartu dan ponsel. Meski demikian, pengembangan PolPay masih diarahkan pada pencarian dan perbaikan celah teknis yang ditemukan tim.

Pengamanan data memakai enkripsi

Data biometrik dalam PolPay diproses melalui edge computing. Sesudah diproses, data dikirimkan ke server dalam bentuk yang terenkripsi dengan AES-256.

Tim juga menggunakan protokol SSL/TLS untuk mengamankan pengiriman data. Rancangan keamanan tersebut menjadi bagian dari penggunaan autentikasi biometrik dalam transaksi digital.

Anggota tim Marcelino Budi Prakasya mengatakan privacy-preserved architecture dan edge computing architecture menjadi unsur penting dalam perlindungan pengguna. Ia menyampaikan bahwa pengembangan sistem memerlukan riset mendalam serta waktu yang cukup panjang.

“Setiap hari, kami masih menemukan berbagai celah yang dapat diinovasikan, baik melalui pembaruan cara kerja software maupun penggunaan komponen yang lebih optimal,” ujar Marcelino dalam laman UGM pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Evaluasi itu dilakukan pada aspek perangkat lunak maupun komponen yang digunakan dalam sistem.

Kolaborasi lima mahasiswa

Tiara Ramadhani memimpin tim PolPay yang beranggotakan mahasiswa dari beberapa bidang studi. Pengembangan program didampingi oleh Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng.

NamaBidang StudiFakultas
Tiara RamadhaniIlmu Aktuaria 2025FMIPA
Al Farabi ObiansyahTeknik Mesin 2025FT
Marcelino Budi PrakasyaIlmu Komputer 2025FMIPA
Muhammad Fakhri Ghonim SetyandaElektronika dan Instrumentasi 2025FMIPA
M. Rakhma Aifil IndiraIlmu Aktuaria 2025FMIPA

Keahlian dari aktuaria, teknik mesin, ilmu komputer, dan elektronika serta instrumentasi digunakan untuk mendukung berbagai aspek PolPay. Pendanaan PKM bidang Karsa Cipta menopang proses pengembangan inovasi tersebut.

Tim masih menyiapkan penyempurnaan sistem sebelum melanjutkan agenda menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS pada November. Informasi mengenai proyek ini dimuat dalam keterangan UGM dan turut diberitakan detik.com.

Persiapan menuju PIMNAS berjalan bersamaan dengan evaluasi cara kerja perangkat lunak dan pemilihan komponen. Langkah itu menjadi bagian dari proses membangun sistem pembayaran berbasis biometrik yang terus dikembangkan.

Baca Juga