Dolar Global Bergerak Variatif, Rupiah Naik Tipis ke Rp 17.873

Dolar AS bergerak variatif di pasar global, tetapi rupiah membuka perdagangan Jumat dengan penguatan tipis. Mata uang Indonesia naik ke Rp 17.873 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB, 14 Agustus 2026.

Rupiah menguat 4 poin atau sekitar 0,06 persen dari posisi penutupan sebelumnya. Pada Kamis, rupiah ditutup stagnan di Rp 17.877 per dolar AS.

Indeks dolar AS sempat melemah hingga 99,80 sebelum kembali bergerak naik. Menurut Investor Daily, indeks itu kemudian berada di 99,96 setelah menguat tipis 0,02 persen.

Perubahan pada indeks dolar menjadi salah satu latar bagi penguatan rupiah di pasar spot. Meski begitu, pergerakan mata uang utama dunia memperlihatkan respons yang berbeda-beda terhadap dolar AS.

Euro Naik, Yen dan Pound Melemah

Euro tercatat menguat 0,03 persen menjadi US$1,1528 per dolar AS. Sebaliknya, yen Jepang turun 0,04 persen ke posisi 159,48 per dolar AS.

Poundsterling Inggris juga melemah 0,08 persen hingga US$1,3481 per dolar AS. Pergerakan pound berlangsung saat pertumbuhan ekonomi Inggris pada Juni didorong oleh penurunan harga energi.

InstrumenPerubahanPosisi Terakhir
Indeks dolar ASNaik 0,02 persen99,96
EuroMenguat 0,03 persenUS$1,1528 per dolar AS
Yen JepangMelemah 0,04 persen159,48 per dolar AS
Poundsterling InggrisMelemah 0,08 persenUS$1,3481 per dolar AS

Perbedaan arah euro, yen, dan poundsterling menegaskan bahwa pasar valuta asing belum bergerak dalam satu pola. Dalam kondisi itu, arah dolar AS tetap menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah.

Data Harga Produsen Mengubah Perhitungan Pasar

Pelaku pasar juga mencermati rilis indeks harga produsen AS atau PPI untuk Juli. Angka PPI tersebut tercatat konstan atau tidak mengalami perubahan.

Data itu mendorong pasar memperkecil ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan September. Peluang kenaikan bunga menurut kontrak berjangka fed funds diperkirakan berada pada 35 persen.

Perkiraan 35 persen itu turun dari 40 persen pada Rabu. Pada pekan sebelumnya, probabilitas kenaikan suku bunga September masih mencapai 55 persen.

Perbandingan WaktuPeluang Kenaikan Suku Bunga The FedPosisi terhadap Jumat
Jumat35 persenPosisi terkini
Rabu40 persenLebih tinggi 5 poin persentase
Pekan sebelumnya55 persenLebih tinggi 20 poin persentase

Perubahan peluang tersebut mencerminkan penyesuaian pandangan pasar terhadap arah kebijakan moneter AS. Data ekonomi, termasuk data harga produsen, menjadi salah satu dasar dalam penilaian itu.

Rupiah Memulai Hari di Level Lebih Kuat

Penguatan ke Rp 17.873 membuat rupiah memulai perdagangan Jumat pada level yang lebih baik dibandingkan penutupan Kamis. Kenaikan itu terjadi ketika indeks dolar berbalik naik tipis setelah sempat melemah.

Pasar selanjutnya akan tetap memantau perkembangan dolar AS dan perubahan ekspektasi suku bunga The Fed. Kedua faktor tersebut menjadi konteks utama bagi pergerakan rupiah setelah pembukaan perdagangan pada Jumat pagi.

Dengan sentimen global yang masih beragam, perubahan kecil pada data ekonomi AS dapat kembali memengaruhi kalkulasi pasar. Posisi rupiah pada awal perdagangan menunjukkan penguatan, meski perhatian terhadap dolar AS belum berkurang.

Baca Juga