Dividen BUMN Diproyeksi Rp200 Triliun, Prabowo Soroti Target Daging yang Tertinggal

Dividen BUMN pada 2026 diproyeksikan meningkat hingga Rp200 triliun tanpa penyertaan modal negara atau PMN. Presiden Prabowo Subianto menggunakan proyeksi itu untuk menggambarkan perubahan kinerja perusahaan negara dalam beberapa tahun terakhir.

Di saat yang sama, Prabowo menyampaikan catatan penting mengenai agenda pangan nasional. Ia mengakui swasembada belum mencakup seluruh komoditas, dengan daging disebut sebagai salah satu target yang belum tercapai sepenuhnya.

Prabowo menyampaikan dua isu tersebut dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, 14 Agustus 2026. Kinerja korporasi negara dan kemampuan menjaga pangan ditempatkan sebagai bagian dari agenda pemerintah yang saling berkaitan.

Kenaikan laba perusahaan negara

Keuntungan BUMN pada 2025 disebut mencapai Rp326 triliun. Nilai tersebut naik 75,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Prabowo juga menyebut angka dividen BUMN sebesar Rp142,3 triliun dalam pidatonya. Proyeksi Rp200 triliun pada 2026 dibandingkan dengan dividen Rp53 triliun pada 2024.

Data Kinerja BUMNNilaiPeriode
DividenRp53 triliun2024
KeuntunganRp326 triliun2025
DividenRp142,3 triliunDisebut dalam pidato
Proyeksi dividenHingga Rp200 triliun2026, tanpa PMN

“Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan 200 triliun, tanpa ada PMN,” kata Prabowo saat membacakan teks resmi pidato. Berdasarkan perbandingan dengan angka 2024, proyeksi dividen tersebut hampir empat kali lipat lebih tinggi dalam rentang dua tahun.

Di luar teks pidato, Prabowo memberi pujian khusus kepada pimpinan dan manajemen Danantara. Ia mengatakan capaian dapat diraih cepat melalui manajemen yang berakal sehat dan tidak memiliki niat menipu.

Prabowo juga menyebut Danantara pantas mendapatkan kehormatan pada peringatan Hari Kemerdekaan. Ia meminta tanggapan majelis ketika menyampaikan apresiasi itu.

Pangan aman, target mandiri belum menyeluruh

Meski menyoroti angka BUMN, Prabowo menegaskan isu pangan tetap menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menyatakan makanan di Indonesia aman di tengah kekhawatiran global mengenai kelaparan massal dan gangguan cuaca.

Ancaman El Nino turut disebut sebagai situasi yang harus dihadapi Indonesia pada tahun ini. Prabowo menyampaikan keyakinan bahwa Indonesia dapat menghadapi El Nino yang disebutnya paling dahsyat.

“Di tengah dunia yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, kita alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini, soal makanan di Indonesia, kita aman,” ujar Prabowo. Pernyataan itu menekankan penilaian pemerintah terhadap kondisi pangan nasional.

Ia memberikan penghargaan kepada Menteri Pertanian, penyuluh pertanian, serta pihak-pihak yang membantu penguatan produksi pangan. Kementerian lain, pemerintah daerah, TNI, dan Polri disebut terlibat melalui semangat gotong royong.

Menurut Prabowo, kerja bersama tersebut telah menghasilkan prestasi yang mendapat pengakuan dunia. Namun, ia tidak menutup fakta bahwa swasembada daging belum sepenuhnya terwujud.

Catatan mengenai daging menunjukkan bahwa keamanan makanan tidak otomatis berarti semua kebutuhan pangan telah diproduksi secara mandiri di dalam negeri. Pemerintah masih menghadapi tugas untuk memperluas capaian swasembada pada komoditas yang belum memenuhi target.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada tim ekonomi kabinet, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa. “Kalau Menteri keuangan senyum, saya merasa aman,” ucapnya di luar teks resmi pidato.

Baca Juga