Debut Lawan Jerman Menanti, Xavi Bawa Filosofi Menyerang untuk Mengubah Belanda

Xavi Hernandez akan memulai tugasnya sebagai pelatih Belanda dengan laga melawan Jerman pada 24 September di UEFA Nations League. Pertandingan itu menjadi panggung pertama bagi pelatih Spanyol tersebut untuk membawa pendekatan menyerang ke dalam skuad De Oranje.

Ia datang dengan pandangan yang kuat tentang karakter sepak bola Belanda. Xavi ingin timnya mengejar kemenangan melalui penguasaan bola, kreativitas, gairah, dan permainan yang dapat dinikmati publik.

“Belanda punya kultur sepakbola yang kaya dan visi jelas yang sangat menarik bagi saya: sepakbola menyerang, berdasarkan penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” ujar Xavi. Pernyataan itu menggambarkan dasar permainan yang ingin dijaganya dalam periode baru tim nasional.

Xavi menegaskan bahwa kemenangan tetap menjadi target utama. Namun, ia tidak ingin hasil diperoleh dengan mengabaikan karakter yang selama ini melekat pada sepak bola Belanda.

“Tentu saja target utamanya selalu menang, tapi saya lebih memilih melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik itu dan bisa dinikmati publik,” kata Xavi. Ia menilai Belanda sudah memiliki potensi dan fondasi yang kuat untuk menjalankan proyek tersebut.

Penunjukan Bersejarah oleh KNVB

KNVB meresmikan Xavi sebagai pelatih kepala pada Kamis, 13 Agustus 2026 dini hari WIB. Pelatih berusia 46 tahun itu menandatangani kontrak empat tahun yang berlaku hingga Piala Dunia 2030.

InformasiRincian
PelatihXavi Hernandez
KontrakEmpat tahun hingga Piala Dunia 2030
Posisi sebelumnyaRonald Koeman
Jadwal debut24 September melawan Jerman

Penunjukan itu mencatatkan babak yang tidak biasa bagi De Oranje. Xavi merupakan pelatih asing pertama yang menangani Belanda dalam hampir lima dekade.

Sebelum Xavi, pelatih non-Belanda terakhir yang memimpin tim nasional tersebut adalah Ernst Happel dari Austria. Happel menangani Belanda pada Piala Dunia 1978.

Xavi menggantikan Ronald Koeman yang mengundurkan diri setelah Belanda tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurut Detik Sport, hasil tersebut tidak memenuhi ekspektasi dan memicu perubahan di kursi pelatih.

Jejak Belanda dalam Karier Xavi

Ketertarikan Xavi terhadap pekerjaan ini berkaitan erat dengan pengaruh pemikiran Belanda dalam kariernya. Ia menyebut Johan Cruyff dan Rinus Michels sebagai dua figur yang berpengaruh besar sejak dirinya ditempa di akademi FC Barcelona.

Louis van Gaal juga memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan profesional Xavi karena memberinya kesempatan debut di level profesional. Sementara Frank Rijkaard disebut sebagai figur penting yang ikut memengaruhi perkembangannya sebagai pemain dan pelatih.

“Sebuah kehormatan menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang ditempa di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh besar dari, di antaranya, Johan Cruyf dan Rinus Michels, saya merasakan ikatan spesial dengan sepakbola Belanda,” ujar Xavi.

Pelatih asal Spanyol itu bahkan menggambarkan dirinya memiliki kedekatan mendalam dengan warisan kepelatihan Negeri Kincir Angin. “Bisa dibilang, dalam artian tertentu, saya adalah anak sepakbola Belanda,” katanya.

Mandat Xavi kini mencakup hasil jangka pendek dan pembangunan menuju Piala Dunia 2030. Duel melawan Jerman akan memperlihatkan langkah awal Belanda di bawah pelatih yang ingin mempertahankan identitas menyerang mereka.

Baca Juga