Kontras Bursa di Awal Sesi, DART ARB ketika EKAD, YPAS, dan AGAR Menguat

PT Duta Anggada Realty Tbk atau DART menjadi saham dengan pelemahan terdalam pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Saham ini turun 14,95 persen ke Rp 182 hingga mencapai batas auto rejection bawah atau ARB.

Pada saat yang sama, tiga saham lain justru melonjak ke batas auto rejection atas atau ARA. EKAD naik 25 persen, YPAS menguat 24,68 persen, dan AGAR bertambah 24,27 persen.

IHSG Berbalik ke Zona Merah

Pergerakan saham yang saling berlawanan itu berlangsung ketika IHSG terkoreksi 1,3 persen pada sejam pertama perdagangan. Indeks turun 82,8 poin ke level 6.291,04 setelah sempat dibuka menguat.

IHSG bergerak di rentang 6.287 hingga 6.390 selama periode tersebut. Tekanan jual terlihat dominan karena saham yang melemah jumlahnya jauh melebihi saham penguat.

Sebanyak 416 saham tercatat turun, sementara hanya 156 saham naik. Sebanyak 203 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Gainers dengan Kenaikan Terbesar

SahamPerubahanHarga
EKADNaik 25,00%Rp 300
YPASNaik 24,68%Rp 960
AGARNaik 24,27%Rp 1.280
BEERNaik 21,62%Rp 90
WAPONaik 14,39%Rp 151

PT Ekadharma International Tbk atau EKAD diperdagangkan pada Rp 300 setelah naik 25 persen. PT Yanaprima Hartapersada Tbk atau YPAS mencapai Rp 960, sedangkan PT Asia Sejahtera Mina Tbk atau AGAR berada di Rp 1.280.

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk atau BEER juga mencatat kenaikan 21,62 persen hingga Rp 90. PT Wahana Pronatural Tbk atau WAPO mengikuti dengan peningkatan 14,39 persen ke Rp 151.

Tekanan Paling Dalam pada Sejumlah Emiten

SahamPerubahanHarga
DARTTurun 14,95%Rp 182
STARTurun 10,95%Rp 374
BIPPTurun 8,11%Rp 68
FILMTurun 7,84%Rp 940
ESSATurun 7,75%Rp 655

Setelah DART, PT Calculus Global Ventures Tbk atau STAR turun 10,95 persen menjadi Rp 374. PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk atau BIPP melemah 8,11 persen ke Rp 68.

PT MD Entertainment Tbk atau FILM merosot 7,84 persen menjadi Rp 940. PT Essa Industries Indonesia Tbk atau ESSA turun 7,75 persen ke Rp 655.

Nilai Transaksi Tetap Tinggi

Aktivitas pasar tetap berjalan aktif meski indeks melemah. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp 5,15 triliun dari perdagangan 10,89 miliar saham dalam 765.216 kali transaksi.

Koreksi juga menjangkau indeks LQ45 yang turun 1,47 persen. Pelemahan kelompok saham unggulan itu mempertegas tekanan yang terjadi secara luas di pasar.

Berbeda dari Mayoritas Indeks Asia

IHSG bergerak berbeda dengan mayoritas bursa Asia pada awal perdagangan. Nikkei Jepang naik 1,61 persen, Shanghai China menguat 0,4 persen, dan Hang Seng Hong Kong bertambah 0,04 persen.

Straits Times Singapura turun 0,84 persen. Investor Daily menempatkan koreksi IHSG sebagai pergerakan yang berlawanan dengan kecenderungan positif sejumlah indeks regional.

Baca Juga