Sekitar 300 talenta unggulan BUMN akan dipersiapkan melalui Danantara Corporate University untuk menjadi calon pemimpin perusahaan negara. Program ini menjadi bagian dari strategi Danantara agar kursi CEO, direktur, dan jabatan strategis lain diisi oleh kader internal mulai 2028.
Pembentukan jalur tersebut menunjukkan bahwa transformasi BUMN tidak hanya diarahkan pada perbaikan kinerja perusahaan. Danantara juga menempatkan ketersediaan pemimpin yang dibina dari dalam organisasi sebagai fondasi keberlanjutan perusahaan.
Para peserta program pengembangan akan memperoleh standar kompetensi, kepemimpinan, dan kemampuan lunak yang seragam. Penyamaan pembinaan itu ditujukan untuk membangun kualitas calon pemimpin di berbagai kelompok perusahaan negara.
Langkah ini juga mengurangi ketergantungan pada pencarian sosok pemimpin dari luar organisasi. Talenta yang telah berkembang di lingkungan BUMN diharapkan memahami proses dan kebutuhan perusahaan saat kelak menduduki jabatan lebih tinggi.
Target Pemimpin Internal Mulai 2028
Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan target tersebut saat kegiatan pengembangan kepemimpinan pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan itu dihadiri 383 talenta pilihan dari lingkungan BUMN.
Dony berharap pada periode 2028 dan setelahnya seluruh direktur, CEO, serta pemimpin lain merupakan orang yang tumbuh di dalam perusahaan. “Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan,” ujarnya.
Menurut Dony, CEO perlu memikirkan lebih dari sekadar operasi harian dan target jangka pendek. Keberlanjutan perusahaan bergantung pada kemampuan pemimpin saat ini dalam menyiapkan generasi penerus.
“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manager itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” kata Dony. Pernyataan itu dikutip dari akun resmi BP BUMN sebagaimana diberitakan Medcom.id.
Penempatan Jabatan dengan Acuan Seragam
Untuk mendukung pembinaan tersebut, Danantara membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia yang terintegrasi di seluruh ekosistem BUMN. Sistem ini menggunakan standar kelas dunia agar penilaian jabatan dan talenta memiliki acuan yang lebih seragam.
Keseragaman dibutuhkan karena BUMN memiliki sektor bisnis, struktur, dan kebutuhan organisasi yang berbeda. Dengan ukuran yang sama, pengembangan karier dapat diarahkan pada persyaratan nyata dari setiap jabatan.
| Instrumen | Kegunaan |
|---|---|
| Single Grading System | Menyelaraskan penilaian jabatan di seluruh grup perusahaan. |
| Job Value | Menjadi dasar pengelompokan nilai jabatan. |
| Job Requirement | Menentukan kebutuhan kualifikasi suatu posisi. |
| Competency Matrix | Mengukur kecocokan kompetensi talenta dengan jabatan. |
Single Grading System dan Job Value dipakai untuk menata pengelompokan jabatan di berbagai grup perusahaan. Job Requirement dan Competency Matrix digunakan sebagai pijakan saat menentukan kandidat yang sesuai dengan posisi tersedia.
Kerangka tersebut diarahkan untuk memastikan pengisian jabatan berdasarkan hasil asesmen, kompetensi, dan kualifikasi. Danantara berharap pendekatan itu dapat menutup ruang penempatan yang dipengaruhi pertimbangan suka atau tidak suka.
Dony menegaskan bahwa pengembangan calon pemimpin harus dilakukan secara aktif oleh pimpinan perusahaan. “Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO,” tegasnya.






