Biaya perjalanan udara menuju Papua yang dapat mencapai Rp10 juta menjadi tantangan besar bagi mobilitas masyarakat dan kegiatan usaha di wilayah timur. Kenaikan tarif dikhawatirkan menahan arus wisatawan serta perjalanan bisnis yang penting bagi ekonomi daerah.
Tekanan harga tiket berkaitan dengan beban yang dihadapi industri penerbangan, mulai dari avtur hingga transaksi yang bergantung pada dolar Amerika Serikat. Persoalan suku cadang juga disebut ikut memperberat upaya maskapai menjaga tarif tetap terjangkau.
Avtur dan Suku Cadang Menambah Beban
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyebut dinamika harga bahan bakar pesawat sebagai salah satu faktor utama. Harga avtur, menurutnya, meningkat seiring persoalan geopolitik dan perang.
“Pada saat ini kan memang dinamikanya harga bahan bakar khususnya harga avtur juga meningkat, seiring dengan permasalahan perang,” kata Maulana kepada CNBC Indonesia pada Selasa (18/8/2026). Ia menyatakan isu tersebut muncul bersamaan dengan kendala suku cadang dan kebutuhan bisnis aviasi yang banyak menggunakan dolar AS.
Gabungan biaya tersebut menjadi tantangan bagi industri penerbangan domestik. Pada saat yang sama, tarif penerbangan domestik dinilai Maulana sudah relatif kurang kompetitif bila dibandingkan tiket internasional.
Tekanan biaya di maskapai kemudian berpotensi tercermin pada harga tiket pesawat yang dibayar penumpang. Bagi daerah yang hanya dapat dijangkau secara efektif melalui udara, perubahan tarif dapat segera memengaruhi pergerakan orang.
Rute ke Timur dalam Pantauan
Pantauan platform pemesanan perjalanan daring pada 18 Agustus 2026 memperlihatkan tarif ekonomi yang tidak seragam pada rute-rute timur Indonesia. Harga untuk keberangkatan 19 Agustus 2026 itu dapat berubah sesuai kursi yang tersedia, maskapai, waktu pembelian, dan kondisi penerbangan.
| Rute | Tanggal | Kisaran Harga | Informasi Tambahan |
|---|---|---|---|
| Jakarta–Jayapura | 19 Agustus 2026 | Rp3,2 juta–Rp4,7 juta | Sejumlah pilihan transit; Batik Air langsung sekitar Rp4,74 juta |
| Jayapura–Jakarta | 19 Agustus 2026 | Mulai Rp3,2 juta | Termurah satu kali transit; Batik Air langsung sekitar Rp4,2 juta |
| Jakarta–Merauke | 19 Agustus 2026 | Mulai sekitar Rp5 juta | Tarif tertinggi pada pantauan rute ini |
| Merauke–Jakarta | 19 Agustus 2026 | Rp4,1 juta–Rp4,8 juta | Penerbangan sekali jalan |
| Jakarta–Ambon | 19 Agustus 2026 | Mulai Rp2,39 juta | Relatif lebih murah dari Jayapura dan Merauke |
| Ambon–Jakarta | 19 Agustus 2026 | Mulai Rp4,12 juta | Tarif lebih tinggi daripada arah sebaliknya |
Jakarta–Merauke tercatat mulai sekitar Rp5 juta, sementara Jakarta–Jayapura berada pada rentang Rp3,2 juta hingga Rp4,7 juta. Penerbangan dari Merauke ke Jakarta berada di kisaran Rp4,1 juta sampai Rp4,8 juta.
Rute Jakarta–Ambon menawarkan harga awal yang lebih rendah, yaitu Rp2,39 juta. Namun, tiket dari Ambon menuju Jakarta justru dibuka mulai Rp4,12 juta.
Kunjungan Menentukan Perputaran Ekonomi
Maulana menilai mahalnya tiket dapat membatasi mobilitas dari Pulau Jawa menuju kawasan timur. Padahal, kedatangan orang menjadi salah satu penggerak ekonomi di banyak daerah tujuan.
Wilayah kepulauan dan kawasan ujung timur menghadapi kerentanan lebih tinggi karena tidak memiliki banyak pilihan transportasi pengganti. Penundaan atau pembatalan perjalanan dapat mengurangi permintaan terhadap layanan hotel dan restoran.
“Ini yang terjadi pada daerah-daerah yang mungkin dia merupakan di kepulauan, atau di daerah-daerah di ujung timur, di mana pergerakan hanya lewat udara,” ujar Maulana. Ia mencontohkan perjalanan Jakarta ke Papua dengan biaya yang dapat mencapai Rp10 juta.
Bagi pariwisata Papua, keterjangkauan tiket menjadi bagian penting dari arus kunjungan wisata maupun perjalanan bisnis. Ketika biaya menuju daerah tujuan meningkat, pelaku usaha lokal berisiko kehilangan aktivitas ekonomi dari tamu yang tidak jadi datang.
Dampak tarif tinggi tidak berhenti pada maskapai dan penumpang. Hotel, restoran, serta usaha wisata di daerah tujuan ikut bergantung pada kelancaran mobilitas udara dari kota-kota asal pengunjung.






