Anggota DPR RI Rajiv menyalurkan dana pribadi senilai Rp340 juta untuk mendukung pembangunan 17 rumah penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kabupaten Bandung. Setiap rumah memperoleh tambahan Rp20 juta di luar bantuan pemerintah.
Dana tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembangunan rumah agar lebih kokoh, aman, dan nyaman ditempati. Rajiv menilai rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap rasa aman dan kualitas hidup keluarga.
Penyaluran tambahan bantuan itu menjadi pelengkap bagi Program BSPS yang tengah diperluas pada 2026. Skala program di Kabupaten Bandung tahun ini meningkat tajam, dari 35 unit rumah pada 2025 menjadi 3.235 unit rumah.
Alokasi 2026 mencakup 31 kecamatan dan 196 desa di Kabupaten Bandung. Data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut dikutip VIVA.
| Periode | Alokasi Rumah BSPS | Jangkauan |
|---|---|---|
| Kabupaten Bandung 2025 | 35 unit rumah | Tidak dirinci |
| Kabupaten Bandung 2026 | 3.235 unit rumah | 31 kecamatan dan 196 desa |
| Jawa Barat 2026 | 46.817 unit rumah | Terbesar secara nasional |
Jawa Barat menerima alokasi BSPS sebanyak 46.817 unit rumah pada 2026. Jumlah itu menempatkan provinsi tersebut sebagai daerah dengan alokasi terbesar secara nasional.
Rumah Bukan Sekadar Bangunan
Rajiv menyampaikan komitmen tambahan dana itu saat meninjau pelaksanaan BSPS di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Hadir dalam kunjungan tersebut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta jajaran pemerintah pusat dan daerah.
Menurut Rajiv, pembangunan rumah tidak semestinya hanya mengejar penyelesaian fisik. Hasilnya harus memberi manfaat jangka panjang bagi keluarga yang akan menempati hunian tersebut.
Dalam keterangannya pada Minggu, 26 Juli 2026, Rajiv menyampaikan bahwa kebahagiaan penerima manfaat menunjukkan pentingnya program perumahan. “Melihat kebahagiaan masyarakat penerima manfaat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa rumah yang layak bukan hanya bangunan fisik,” kata Rajiv.
Ia menyebut hunian yang baik dapat menghadirkan rasa aman, kenyamanan, serta harapan baru bagi keluarga. Atas dasar itu, tambahan dana pribadi diberikan untuk melengkapi bantuan yang telah disediakan pemerintah.
“Pemerintah sudah memberikan bantuan melalui program BSPS. Saya juga akan menambahkan bantuan secara pribadi sebesar Rp20 juta untuk masing-masing rumah agar kualitas pembangunannya semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal,” ujar legislator Fraksi Partai NasDem itu.
Pengawasan Menjadi Perhatian
Peningkatan jumlah rumah penerima BSPS membuat pengawasan pelaksanaan program menjadi penting. Rajiv menekankan bantuan harus diterima oleh warga yang membutuhkan, disertai penjagaan mutu pada setiap pembangunan rumah.
Sebagai wakil masyarakat Kabupaten Bandung dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II, ia memandang pengawalan program sebagai bagian dari peran anggota DPR. Tugas tersebut, menurutnya, tidak berhenti pada penyerapan aspirasi dan penyusunan kebijakan.
Rajiv juga berencana memperjuangkan program aspirasi budidaya tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk warga Desa Cilampeni dan wilayah sekitarnya. Program itu diharapkan menciptakan peluang usaha dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Perbaikan hunian serta dukungan ekonomi dipandang perlu dijalankan secara beriringan. Rumah yang aman dapat memberi ketenangan bagi keluarga, sementara kesempatan usaha diharapkan membantu memperkuat sumber pendapatan mereka.






