Presiden Prabowo Subianto menegaskan dana makanan bagi anak-anak tidak boleh dipotong oleh pihak mana pun. Ia memastikan program Makan Bergizi Gratis atau MBG akan diteruskan dengan perbaikan dan efisiensi pelaksanaan.
Penegasan itu sekaligus menjadi peringatan terhadap potensi korupsi dalam penyaluran anggaran program. Pemerintah berkomitmen menjaga agar bantuan makanan bergizi benar-benar sampai kepada anak penerima.
Prabowo menilai pengambilan anggaran yang ditujukan untuk kebutuhan gizi anak sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Ia menyebut tindakan tersebut telah melampaui persoalan penyalahgunaan anggaran karena menyangkut nilai kemanusiaan.
“Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab,” ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa pihak yang melakukan tindakan itu tidak pantas dihormati.
Perbaikan Program Tetap Dilanjutkan
Pemerintah akan memperketat pengawasan, meningkatkan transparansi, dan mendorong efisiensi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga ketepatan penggunaan anggaran bagi kebutuhan anak-anak.
Prabowo menyatakan perbaikan pelaksanaan menjadi bagian dari kelanjutan MBG. Efisiensi yang dimaksud ditempatkan sebagai upaya memperkuat program agar manfaatnya tetap berfokus pada penerima.
“Oleh karena itu, saya bertekad meneruskan program-program MBG dengan perbaikan dan efisiensi,” kata Prabowo. Pernyataan itu menegaskan bahwa pengawasan dan ketepatan sasaran menjadi unsur penting dalam pelaksanaan program.
Asupan Gizi dan Risiko Stunting
MBG dipandang penting karena berkaitan dengan kebutuhan gizi anak sejak dini. Ketersediaan makanan bergizi menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Prabowo juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah. Investor Daily mencatat prevalensi gizi buruk di sejumlah wilayah masih mencapai 25 persen.
Angka tersebut mengkhawatirkan karena gizi buruk dapat berdampak permanen terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Dalam konteks itu, Pencegahan Stunting memerlukan penyaluran bantuan makanan yang tidak mengalami pengurangan.
“Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu,” tegas Prabowo. Ia menempatkan perlindungan kebutuhan gizi anak sebagai kepentingan yang tidak boleh dikompromikan.
Disampaikan di Kompleks Parlemen
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo Subianto saat membawakan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI. Acara itu digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
MBG juga dikaitkan dengan visi Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dengan pengawasan yang diperketat, pemerintah menargetkan anggaran makanan digunakan sesuai tujuan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak.






