Dari Kakao ke FMCG Regional, COCO Andalkan Akuisisi Momogi dan Akses Vietnam

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. atau COCO menyiapkan akses baru ke pasar Vietnam melalui rencana akuisisi Momogi Group. Transaksi itu akan membuka jaringan Bibica Corporation bagi strategi ekspansi regional Win&Co Group.

Akses tersebut menjadi penting karena COCO sedang mengubah arah bisnis dari produsen bahan baku kakao menjadi perusahaan FMCG regional. Pengambilalihan PT Sari Murni Abadi, yang dikenal sebagai Momogi Group, diposisikan sebagai pintu masuk ke bisnis konsumen yang lebih luas.

Vietnam dipandang sebagai salah satu pasar konsumen yang bertumbuh pesat di Asia Tenggara. COCO berencana memanfaatkan jaringan Bibica Corporation untuk mendukung distribusi dan pengembangan pasarnya.

Merek Cokelat Disiapkan Masuk Vietnam

Win&Co Group tidak meninggalkan pengembangan bisnis inti produk cokelat di tengah rencana akuisisi. Perseroan menyebut merek Schoko, D’Lanier, dan Winfil sebagai bagian dari strategi bisnis berikutnya.

Produk-produk tersebut juga direncanakan masuk ke Vietnam melalui jaringan Bibica Corporation. Rencana ini diarahkan untuk membangun sinergi antarentitas yang berada dalam grup.

Pengembangan pasar luar negeri berjalan beriringan dengan upaya memperbesar basis bisnis konsumsi. Akuisisi Momogi diharapkan mendukung pergeseran model usaha COCO menuju platform FMCG regional.

Modal dari PUT III

Untuk membiayai ekspansi tersebut, COCO telah merampungkan PUT III dengan nilai hingga Rp1,28 triliun. Dana diperoleh dari penawaran hingga 10,68 miliar saham baru pada harga pelaksanaan Rp120 per saham.

KomponenNilai atau PorsiKeterangan
Jumlah saham baruHingga 10,68 miliar sahamHarga Rp120 per saham
Hasil PUT IIIHingga Rp1,28 triliunDana untuk ekspansi dan modal kerja
Ekspansi dan investasiSekitar 92%Fokus pada rencana akuisisi Momogi
Modal kerjaSekitar 8%Operasional perseroan

Sekitar 92% dana hasil penawaran akan digunakan untuk ekspansi serta investasi usaha. Fokus terbesar alokasi ini adalah pembiayaan rencana pengambilalihan Momogi Group.

Sekitar 8% sisanya disiapkan untuk modal kerja operasional. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku, kemasan, pemasaran, serta riset dan pengembangan produk.

Periode pelaksanaan HMETD berlangsung pada 14–21 Juli 2026. Pemegang hak melaksanakan sekitar 95% dari total HMETD yang tersedia.

Market.bisnis.com mencatat sisa saham yang tersedia mengalami kelebihan permintaan hingga 2,65 kali. Seluruh saham baru dalam aksi rights issue tersebut pada akhirnya terserap penuh oleh pemegang saham dan investor.

Respons Investor dan Kehati-hatian Perseroan

Direktur Utama Win&Co Group Sugianto Soenario menilai tingginya minat investor mencerminkan keyakinan terhadap rencana strategis perseroan. Dukungan itu, menurut dia, melampaui sekadar respons terhadap aksi korporasi.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan para pemegang saham dan investor pada Penawaran Umum Terbatas ini. Antusiasme ini kami maknai bukan sekadar dukungan atas aksi korporasi, melainkan keyakinan terhadap arah strategis perseroan,” ujar Sugianto dalam keterangannya.

Sugianto menyatakan perubahan COCO menuju platform FMCG regional akan dijalankan dengan pendekatan prudent. Tata kelola, manajemen risiko, dan prinsip tanggung jawab akan menjadi bagian dari eksekusi strategi perseroan.

Dengan modal baru dan rencana akses distribusi di Vietnam, COCO menyiapkan transformasi bisnis yang lebih luas dari basis kakao sebelumnya. Pelaksanaan akuisisi Momogi tetap ditempatkan dalam kerangka penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga