CIMB Niaga membawa agenda pembiayaan berkelanjutan dalam penguatan perannya di Kalimantan Timur, kawasan penyangga IKN. Hingga Maret 2026, nilai pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai Rp60,2 triliun atau hampir 26% dari total outstanding pembiayaan.
Portofolio tersebut mencakup dukungan untuk sektor energi terbarukan dan pembiayaan UMKM sebesar Rp25,7 triliun. Arah ini membuat ekspansi bank tidak hanya bertumpu pada perluasan layanan transaksi, tetapi juga pada pembiayaan bagi kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.
UMKM di Indonesia Timur Masuk Agenda
Program Community Link #JadiBerkelanjutan telah berjalan sejak 2022 untuk memberi pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Sebanyak 979 UMKM di Indonesia Timur telah memperoleh pendampingan, termasuk di Samarinda dan Balikpapan.
Program itu juga membuka akses permodalan bagi sekitar 150 UMKM. Di sisi sosial, CIMB Niaga bekerja sama dengan UNICEF untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah dan mengurangi masalah gizi buruk serta stunting.
Pada lini syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencatat pembiayaan Rp52,9 triliun pada akhir Maret 2026. Dana pihak ketiga unit tersebut mencapai Rp45 triliun pada periode yang sama.
| Fokus Pembiayaan | Nilai atau Capaian | Periode |
|---|---|---|
| Pembiayaan berkelanjutan | Rp60,2 triliun | Hingga Maret 2026 |
| Pembiayaan UMKM | Rp25,7 triliun | Hingga Maret 2026 |
| Pembiayaan Unit Usaha Syariah | Rp52,9 triliun | Akhir Maret 2026 |
| UMKM yang didampingi | 979 pelaku | Sejak 2022 |
Digital Menjadi Jalur Utama Transaksi
Penguatan pembiayaan di Kalimantan Timur didukung oleh perubahan besar pada cara nasabah bertransaksi. Sebanyak 90,6% transaksi keuangan nasabah CIMB Niaga telah beralih ke kanal branchless banking, meliputi OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay.
Aplikasi OCTO mencatat kenaikan penggunaan 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kanal ini melengkapi kebutuhan transaksi individu, sementara OCTOBIZ dan OCTO Merchant ditujukan untuk layanan perbankan serta pembayaran digital pelaku usaha.
| Saluran | Jangkauan | Peran |
|---|---|---|
| Cabang konvensional | 6 kantor | Layanan perbankan tatap muka |
| Cabang syariah | 1 kantor | Layanan perbankan syariah |
| OCTO | Nasabah individu | Transaksi digital harian |
| OCTOBIZ dan OCTO Merchant | Pelaku usaha | Perbankan dan pembayaran digital |
CIMB Niaga tetap mengandalkan enam kantor cabang konvensional dan satu kantor cabang syariah di Kalimantan Timur. Kehadiran fisik itu diperkuat ATM dan CRM di Balikpapan, Samarinda, serta sejumlah kota lain.
Wilayah Penyangga IKN yang Bertumbuh
Kalimantan Timur membukukan pertumbuhan ekonomi 4,53% sepanjang 2025 dengan Produk Domestik Regional Bruto Rp889,07 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang berkembang di wilayah penyangga pembangunan IKN.
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan Kalimantan Timur merupakan kawasan strategis bagi perseroan. “Bagi CIMB Niaga, Kalimantan Timur bukan hanya wilayah dengan potensi pertumbuhan yang besar, namun juga kawasan strategis tempat berbagai peluang ekonomi baru bermunculan,” ujarnya dalam Media Breakfast di Balikpapan, dikutip Bisnis Indonesia.
Ekspansi tersebut berlangsung ketika laba sebelum pajak konsolidasi CIMB Niaga yang belum diaudit mencapai Rp2,3 triliun pada kuartal I/2026. Total kredit dan pembiayaan tercatat Rp235,1 triliun, sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp260,1 triliun.
CASA tumbuh 12,2% secara tahunan menjadi Rp192,3 triliun dan mendorong rasionya ke 73,9%, tertinggi dalam sejarah perseroan. Per 31 Maret 2026, total aset CIMB Niaga mencapai Rp368,2 triliun, dengan CAR 25,3% dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga 89,2%.






