Harga buyback emas Antam berada di Rp2.525.000 per gram, lebih rendah Rp150.000 dibanding harga jual Rp2.675.000 per gram. Selisih ini menjadi faktor utama yang perlu dihitung oleh pembeli baru sebelum memutuskan membeli emas batangan.
Dengan spread sekitar 5,61 persen dari harga beli, pemilik emas memerlukan kenaikan harga sebelum penjualan kembali dapat melewati modal awal. Risiko tersebut lebih terasa bagi pembelian yang ditujukan untuk kebutuhan dana dalam waktu singkat.
Posisi harga pada 17 Agustus 2026
Harga emas Antam pada 17 Agustus 2026 mengacu pada pembaruan terakhir yang tersedia pada Minggu, 16 Agustus 2026. Nilai Rp2.675.000 per gram merupakan harga yang dibayarkan konsumen saat membeli emas batangan.
Sementara itu, buyback adalah nilai yang diterima saat emas dijual kembali kepada Antam. Perbedaan antara harga beli dan nilai jual kembali dapat berubah seiring pembaruan harga di pasar.
| Komponen transaksi | Nilai |
|---|---|
| Harga jual emas Antam per gram | Rp2.675.000 |
| Harga buyback per gram | Rp2.525.000 |
| Spread per gram | Rp150.000 |
| Spread dari harga beli | 5,61% |
Dalam simulasi sederhana, pembelian 1 gram pada harga Rp2.675.000 yang langsung dijual kembali bernilai Rp2.525.000. Selisih awal tersebut belum memperhitungkan biaya maupun ketentuan perpajakan yang mungkin berlaku.
Riwayat pembelian menunjukkan hasil yang kontras
Harga beli pada masa lalu menentukan apakah pemegang emas berada dalam posisi laba atau rugi pada buyback Rp2.525.000 per gram. Pembelian saat harga tinggi dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk menutup spread sekaligus harga beli awal.
Pembelian 16 Mei 2026 pada harga Rp2.769.000 per gram berpotensi mencatatkan rugi 8,81 persen. Kondisi lebih berat terjadi pada pembelian 16 Februari 2026 di harga Rp2.940.000 per gram dengan potensi rugi 14,12 persen.
| Tanggal pembelian | Harga beli per gram | Potensi laba/rugi |
|---|---|---|
| 9 Agustus 2026 | Rp2.690.000 | -6,13% |
| 16 Juli 2026 | Rp2.633.000 | -4,10% |
| 16 Mei 2026 | Rp2.769.000 | -8,81% |
| 16 Februari 2026 | Rp2.940.000 | -14,12% |
| 16 November 2025 | Rp2.348.000 | +7,54% |
| 16 Agustus 2025 | Rp1.896.000 | +33,18% |
| 16 Mei 2025 | Rp1.891.000 | +33,53% |
| 16 Februari 2025 | Rp1.678.000 | +50,48% |
| 16 November 2024 | Rp1.468.000 | +72,00% |
Sebaliknya, pembelian pada 16 November 2025 seharga Rp2.348.000 per gram menunjukkan potensi laba 7,54 persen. Potensi keuntungan meningkat pada pembelian 16 Februari 2025 dan 16 November 2024, ketika harga belinya jauh lebih rendah.
Faktor pasar tetap menentukan
Harga emas tidak selalu meningkat dari hari ke hari karena dipengaruhi harga emas dunia, kurs rupiah, suku bunga, inflasi, ekonomi global, dan sentimen geopolitik. Pada pertengahan Juli 2026, harga emas dunia bergerak di sekitar US$4.000 per troy ounce setelah mengalami tekanan mingguan yang cukup besar.
Karakter pergerakan itu membuat investasi emas lebih sering dipertimbangkan untuk horizon menengah hingga panjang. Pembeli perlu menyesuaikan jumlah gram dan pecahan emas dengan tujuan kepemilikan serta kebutuhan dana.
Sebelum bertransaksi, pembeli sebaiknya memantau harga emas Antam dan nilai jual kembalinya pada hari yang sama. Ketentuan buyback dan pembaruan harga dapat diperiksa melalui situs resmi Logam Mulia karena nilainya dapat mengikuti perubahan pasar.






