Guncangan gempa tercatat di perairan selatan Blitar hingga daratan dekat Lumajang dalam rentang 7-13 Agustus 2026. Rangkaian kejadian itu merupakan bagian dari 138 gempa yang terdeteksi di Jawa Timur dan wilayah sekitarnya selama sepekan.
Salah satu kejadian terjadi di daratan sekitar 10 kilometer barat daya Lumajang dengan magnitudo 3,5. Gempa berkedalaman 10 kilometer tersebut sempat membuat warga panik selama beberapa detik.
Tiga Kejadian di Lokasi Berbeda
BMKG juga mencatat gempa bermagnitudo 2,6 di laut sekitar 151 kilometer barat daya Kabupaten Blitar. Kejadian pada 9 Agustus 2026 pukul 14.09 WIB itu memiliki kedalaman 10 kilometer.
Pada 10 Agustus 2026 pukul 16.30.47 WIB, gempa bermagnitudo 3,5 kembali terjadi di laut sekitar 129 kilometer barat daya Blitar. Kedalaman pusat gempa tersebut tercatat 35 kilometer.
Perbedaan lokasi itu memperlihatkan adanya kejadian yang berpusat di laut maupun daratan. Data pusat gempa perlu diperhatikan agar masyarakat memperoleh gambaran yang tepat mengenai lokasi kejadian.
| Wilayah | Magnitudo | Kedalaman | Lokasi pusat gempa |
|---|---|---|---|
| Blitar | 2,6 | 10 km | Laut, 151 km barat daya Blitar |
| Blitar | 3,5 | 35 km | Laut, 129 km barat daya Blitar |
| Lumajang | 3,5 | 10 km | Darat, 10 km barat daya Lumajang |
Gempa Dangkal Mendominasi Catatan Sepekan
BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang mencatat total 138 kejadian gempa bumi di Jawa Timur dan sekitarnya. Dari jumlah itu, 109 kejadian tergolong gempa dangkal.
Gempa menengah tercatat sebanyak 28 kejadian, sedangkan gempa dalam hanya satu kejadian. Magnitudo seluruh guncangan yang masuk pemantauan berada dalam rentang M1,09 sampai M4,77.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang Ricko Kardoso menegaskan bahwa gempa dangkal merupakan kategori terbanyak sepanjang masa pemantauan. “Dalam periode 7-13 Agustus 2026, tercatat 138 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Gempa yang terjadi didominasi gempa dangkal,” kata Ricko.
| Kategori kedalaman | Jumlah kejadian |
|---|---|
| Gempa dangkal | 109 |
| Gempa menengah | 28 |
| Gempa dalam | 1 |
| Total | 138 |
8 Agustus Menjadi Hari dengan Guncangan Terbanyak
Aktivitas tertinggi selama periode itu terjadi pada 8 Agustus 2026. Sebanyak 29 guncangan terekam dalam satu hari.
Jumlah kejadian paling rendah tercatat dua hari kemudian, pada 10 Agustus 2026, dengan 12 gempa. Variasi tersebut menjadi bagian dari pemantauan aktivitas seismik di kawasan Jawa Timur dan sekitarnya.
Ricko menjelaskan bahwa pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menjadi salah satu pemicu gempa di wilayah ini. Aktivitas patahan lokal juga berpengaruh terhadap munculnya guncangan di sejumlah titik.
Warga Diminta Mengandalkan Informasi Resmi
BMKG mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai kabar gempa dari sumber yang tidak jelas. Informasi resmi penting untuk memastikan ketepatan data magnitudo, kedalaman, dan lokasi pusat gempa.
Warga yang merasakan guncangan juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Pesan berantai atau informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kepanikan yang tidak perlu.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk menjaga kesiapsiagaan. Langkah mitigasi tetap menjadi perhatian karena aktivitas tektonik dan patahan lokal dapat memicu gempa di berbagai lokasi.






