Basel-Stadt Catat 4,5% Warga Keluar dari Gereja, Sistem Pajak Jadi Perhatian

Basel-Stadt mencatat tingkat pengunduran diri dari gereja tertinggi di Swiss, yakni 4,5%. Angka ini menarik perhatian karena warga yang mengakhiri keanggotaan resmi di kanton tersebut tidak lagi diwajibkan membayar pajak gereja.

Kaitan antara prosedur keluar dan kewajiban finansial menjadi salah satu unsur penting dalam tren tersebut. Pajak bagi anggota komunitas agama yang diakui negara di Swiss dapat berada pada kisaran 1% hingga 3% dari pendapatan individu.

Aturan Pajak Berbeda di Tiap Kanton

Swiss tidak menerapkan satu tarif pajak gereja yang seragam untuk seluruh wilayah. Besaran pungutan ditentukan oleh aturan kanton atau provinsi tempat wajib pajak tinggal.

Otoritas pajak pemerintah berperan dalam memungut dana bagi gereja dari anggota yang terdaftar. Sistem ini membuat status keanggotaan gereja memiliki konsekuensi administratif dan finansial bagi warga.

Bagi sebagian orang, keluar dari keanggotaan menjadi jalan untuk menghentikan pembayaran pungutan tersebut. Keputusan administratif itu tidak selalu sejalan dengan perubahan keyakinan pribadi seseorang.

Hampir 100.000 Pengunduran Diri dalam Setahun

Skala perubahan terlihat dari data keanggotaan Gereja Katolik dan Gereja Protestan pada 2023. Total warga yang keluar dari dua komunitas itu mendekati 100.000 orang.

Komunitas GerejaWarga yang Mengundurkan DiriTahun
Gereja Katolik67.497 orang2023
Gereja Protestan39.517 orang2023

Gereja Katolik mencatat 67.497 pengunduran diri, sementara Gereja Protestan mencatat 39.517 orang. Jumlah pengunduran diri dari Gereja Katolik pada 2023 hampir dua kali lipat dibandingkan angka 2022.

Lonjakan tersebut menunjukkan perubahan yang tidak hanya terjadi pada satu kelompok keagamaan. Pengunduran diri dari gereja telah menjadi perkembangan yang terlihat di sejumlah wilayah Swiss.

Hubungan Pajak dan Pengunduran Diri

Religion Watch mencatat warga cenderung lebih banyak meninggalkan Kristen di kanton yang menerapkan pajak gereja. Catatan itu memperlihatkan adanya hubungan antara keberadaan pungutan dan tingkat pengunduran diri, meski alasan tiap individu tidak selalu diketahui.

Data resmi tidak merinci motif personal seluruh warga yang mengajukan pengunduran diri. Karena itu, pajak gereja tidak dapat diposisikan sebagai satu-satunya alasan di balik seluruh angka yang tercatat.

Beban finansial tetap menjadi pertimbangan yang relevan bagi sebagian anggota, terutama ketika biaya hidup tinggi. Dalam kondisi itu, penghentian keanggotaan dapat dipandang sebagai pilihan ekonomi.

Faktor Sosial di Luar Pungutan

Meningkatnya sekularisme di Swiss turut membentuk perubahan hubungan masyarakat dengan gereja. Sejumlah warga juga memilih menjauh dari institusi keagamaan akibat skandal yang terjadi di lingkungan rumah ibadah.

Data demografis 2022 mencatat sekitar 34% populasi Swiss mengidentifikasi diri sebagai ateis. Gambaran ini menunjukkan bahwa sebagian pengunduran diri juga terkait pergeseran pandangan hidup yang lebih luas.

Tren di Basel-Stadt dan kanton lain pada akhirnya mencerminkan dua arah pertimbangan yang dapat berjalan bersamaan. Sebagian warga keluar untuk menghindari pajak gereja, sedangkan sebagian lainnya melepaskan keterikatan institusional karena alasan sosial dan keyakinan.

Baca Juga