MatrAIx menunjukkan kemampuan menjaga karakter persona dalam 366 dari 400 uji terkontrol. Tingkat keberhasilan sekitar 91,5 persen itu membuka peluang pemakaian AI sebagai penyaring awal gagasan produk sebelum diuji pada konsumen sebenarnya.
Sistem ini dirancang untuk mensimulasikan respons pengguna virtual terhadap layanan digital. Namun, hasil yang konsisten dalam simulasi belum berarti keputusan manusia nyata dapat diprediksi sepenuhnya.
Perusahaan dapat memakai persona virtual untuk mencari masalah besar pada produk, situs web, aplikasi, survei, atau layanan chatbot. Pendekatan tersebut berpotensi menghemat waktu dan biaya dibanding langsung merekrut ribuan responden manusia.
Contohnya, pengembang dapat menguji reaksi terhadap kenaikan harga sebuah layanan. Persona yang sensitif pada harga, loyal kepada merek, atau mengutamakan kepuasan layanan dapat memberikan respons yang berbeda.
Simulasi juga dapat digunakan untuk melihat keraguan pengguna setelah harga berubah. Sistem dapat memodelkan kemungkinan pengguna tetap memakai layanan setelah chatbot AI gagal membantu, termasuk toleransi terhadap waktu tunggu.
Skala persona setara populasi dunia
MatrAIx disebut mampu merepresentasikan hingga 8,3 miliar persona, jumlah yang kurang lebih setara populasi dunia saat ini menurut data Worldometer. Angka tersebut tidak berarti sistem menjalankan miliaran chatbot secara bersamaan.
Tim pengembang menyimpan 8,3 miliar catatan persona yang dapat digunakan untuk kebutuhan simulasi. Setiap persona dibentuk melalui 1.290 dimensi karakteristik, mulai dari latar belakang dan psikologi hingga kemampuan serta pola perilaku pengguna.
Sistem ini dikembangkan oleh peneliti dari Harvard University, Massachusetts Institute of Technology atau MIT, Stanford University, dan sejumlah institusi lain. Pengembang juga menyediakan coreset yang telah melalui penyaringan kualitas untuk riset.
Dataset manusia dan sintetis
Coreset MatrAIx memuat sekitar 1 juta persona. Komposisinya terdiri dari 599.847 persona berbasis manusia dan 400.000 persona sintetis.
Dataset tersebut menggabungkan data dari StackExchange, General Social Survey, Afrobarometer, dan Amazon Reviews. Sejumlah dataset persona sintetis serta sumber persona lain turut melengkapi susunan data itu.
| Komponen | Jumlah atau cakupan |
|---|---|
| Catatan persona | Hingga 8,3 miliar |
| Dimensi tiap persona | 1.290 dimensi |
| Persona dalam coreset | Sekitar 1 juta |
| Uji karakter persona | 366 dari 400 uji berhasil |
Empat ruang simulasi
MatrAIx menyediakan empat lingkungan pengujian untuk mereplikasi interaksi digital. Pengguna virtual dapat menjalankan tugas yang disesuaikan dengan konteks produk yang sedang diuji.
| Lingkungan | Aktivitas persona virtual |
|---|---|
| Survey | Mengisi survei |
| AI Chatbot | Berinteraksi dengan chatbot layanan pelanggan |
| Web | Mencoba situs web |
| App | Menjalankan tugas dalam aplikasi |
Selain empat lingkungan itu, tersedia 1.010 tugas aplikasi yang mencakup lebih dari 25 bidang. Bidangnya antara lain perdagangan, perangkat lunak, keuangan, dan layanan kesehatan.
Manusia tetap menjadi penentu
Pengujian virtual dapat membantu perusahaan menyaring ide yang paling layak sebelum memasuki tahap riset lapangan. Meski demikian, MatrAIx tidak diposisikan sebagai pengganti konsumen sungguhan.
Keputusan manusia dapat dipengaruhi emosi dan alasan yang tidak selalu rasional. Seseorang mungkin menyatakan tertarik dalam survei, tetapi tidak pernah menggunakan produk tersebut dalam kehidupan nyata.
Situasi sebaliknya juga mungkin terjadi ketika pengguna menganggap harga terlalu mahal, tetapi tetap membeli karena alasan tertentu. Karena itu, pengujian pada manusia masih diperlukan saat produk berkaitan dengan uang, pengalaman langsung, dan perilaku yang sulit diperkirakan.






