Skor 295,70 Poin Antar Aufan Pimpin 4 Peraih Perunggu Indonesia di IOI 2026

Aufan Ahmad Mumtaza mencatat 295.70 poin pada IOI 2026 dan menjadi wakil Indonesia dengan skor tertinggi. Capaian itu turut mengantar empat pelajar Indonesia meraih medali perunggu di Tashkent, Uzbekistan.

Aufan menempati peringkat ke-109 dalam klasemen akhir kompetisi informatika internasional tersebut. Tiga anggota kontingen Indonesia lainnya juga berada dalam kelompok peraih perunggu.

Perolehan Kontingen Indonesia

Menurut data Puspresnas, empat peserta Indonesia berasal dari sekolah di Jawa Barat, Riau, Kalimantan Barat, dan DKI Jakarta. Mereka mencatat hasil berbeda dalam klasemen, tetapi semuanya memperoleh penghargaan yang sama.

NamaDaerah SekolahSkorPeringkat
Aufan Ahmad MumtazaJawa Barat295.70109
Franklin Filbert IrwanRiau260.49145
Warren XingKalimantan Barat251.75159
Nathan AllanDKI Jakarta242.89172

Aufan merupakan siswa SMA Al Irsyad Satya di Jawa Barat. Posisi berikutnya diisi Franklin Filbert Irwan dari SMA Darma Yudha, Riau, yang mengumpulkan 260.49 poin dan berada di peringkat ke-145.

Warren Xing dari SMA Bina Mulia, Kalimantan Barat, membukukan 251.75 poin untuk peringkat ke-159. Nathan Allan dari SMA Kanisius, DKI Jakarta, memperoleh 242.89 poin dan menempati urutan ke-172.

Enam Tantangan Pemrograman

Para peserta IOI 2026 mengerjakan enam tantangan selama dua hari kompetisi. Nilai maksimal yang tersedia dari seluruh tantangan adalah 600 poin.

Soal-soal tersebut menguji kemampuan peserta dalam menyusun algoritma sebelum menerjemahkan solusi ke dalam program. Ketepatan solusi menjadi unsur penting dalam pencapaian nilai akhir.

Ajang ini diikuti 375 peserta dari 92 negara. Skala persaingan tersebut menempatkan raihan empat medali perunggu Indonesia dalam konteks kompetisi internasional yang luas.

Peta Peraih Medali

Panitia memberikan total 32 medali emas, 62 medali perak, dan 94 medali perunggu. Ada pula penghargaan khusus yang diberikan kepada 43 peserta.

China memimpin perolehan hasil melalui tiga emas dan satu perak. Qiwen Xu menjadi peserta dengan nilai tertinggi setelah mencetak 498.27 poin.

Selisih skor antara peserta menunjukkan bahwa kompetisi berlangsung dengan persaingan yang rapat. Dalam situasi itu, seluruh anggota tim Indonesia mampu menyelesaikan kompetisi sebagai penerima medali.

Pendamping Kontingen di Tashkent

Empat siswa Indonesia didampingi Dr Musthofa, SKom, MSc dari IPB University serta Albert Yulios Ramahalim dari Ikatan Alumni-Tim Olimpiade Komputer Indonesia. Keduanya mendampingi kontingen selama mengikuti rangkaian kegiatan di Tashkent.

Presiden IOI Sun Teck Tan menyatakan, “Masa depan kemajuan teknologi ditentukan oleh kreativitas, integritas, dan ketekunan dari profesional muda yang mampu menyelesaikan berbagai tugas kompleks.” IOI menjadi salah satu arena akademik yang mempertemukan pemrogram muda untuk mengasah kemampuan tersebut.

Baca Juga