Air Bersih dan Sanitasi Gaza Diurus Komite Baru, Rekonstruksi Masih Tertahan

Kebutuhan air bersih, sanitasi, dan kesehatan masyarakat Gaza akan ditangani oleh komite khusus yang baru dibentuk. Namun, penanganan kebutuhan sipil itu berlangsung ketika rekonstruksi fisik wilayah tersebut masih tertahan oleh syarat demiliterisasi.

Israel dan Dewan Perdamaian bentukan Amerika Serikat menyepakati dua kelompok kerja untuk mengelola masa transisi Gaza. Satu kelompok menangani kebutuhan warga, sedangkan kelompok lain diberi mandat menghapus persenjataan dan menutup terowongan.

Kebutuhan Sipil dan Keamanan Berjalan Bersamaan

Komite kedua diarahkan untuk menangani persoalan dasar yang mendesak bagi penduduk Gaza. Mandatnya meliputi penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, dan penanganan masalah kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, komite pertama memikul tugas yang menentukan arah pemulihan Gaza. Kelompok ini harus mengupayakan pembersihan senjata serta demiliterisasi total sebelum pembangunan kembali dapat dijalankan.

KomiteMandat
Komite keamananPembersihan senjata, penutupan terowongan, dan demiliterisasi total
Komite sipilAir bersih, sanitasi, dan kesehatan masyarakat

Pembangunan Fisik Belum Mendapat Lampu Hijau

Jared Kushner menegaskan pemerintah Amerika Serikat tidak akan mengizinkan rekonstruksi Gaza berjalan sebelum demiliterisasi rampung. Pernyataan itu memperjelas bahwa pemulihan infrastruktur bergantung pada hasil agenda keamanan.

“Pemerintah AS tidak akan mengizinkan proses rekonstruksi berjalan sebelum demiliterisasi wilayah tersebut rampung. Namun, kami juga tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri dari ancaman langsung,” ujar Kushner menurut Fox News.

Pembersihan senjata dan penutupan terowongan diproyeksikan dimulai dalam 30 hari ke depan. Target capaian utama disebut berada dalam rentang 60 hingga 90 hari setelah proses itu berjalan.

Meski kerangka waktunya telah disebutkan, rincian tentang pelaksana, metode, serta indikator keberhasilan demiliterisasi belum diungkapkan. Kondisi tersebut membuat waktu dimulainya rekonstruksi fisik Gaza belum dapat dipastikan.

Dialog Tertutup di Israel

Kesepakatan dua komite lahir dari dialog tertutup di Israel yang melibatkan Benjamin Netanyahu, Jared Kushner, Nickolay Mladenov, dan Tony Blair. Investor Daily melaporkan pada Selasa (18/8/2026) bahwa pembahasan berpusat pada situasi keamanan Gaza.

Kantor Perdana Menteri Israel mengonfirmasi pembentukan komite tersebut melalui akun X. Dalam pernyataannya, kantor Netanyahu menyebut pembicaraan berlangsung mendalam dan konstruktif hingga menghasilkan kesepakatan.

Administrasi dan Pasukan Stabilisasi

Sebelum pertemuan di Israel, perwakilan Dewan Perdamaian telah berdialog dengan pejabat Hamas di Kairo. Pertemuan itu membahas tahap kedua, termasuk kemungkinan pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina.

Rencana pengerahan pasukan stabilisasi internasional juga masih dibicarakan dalam inisiatif lanjutan tersebut. Saat ini, mandat yang telah dikonfirmasi tetap terbatas pada keamanan Gaza dan pemenuhan kebutuhan sipil penduduknya.

Baca Juga