Pemerintah merancang kenaikan anggaran pendidikan sebesar Rp 100,1 triliun dalam RAPBN 2027. Alokasinya ditetapkan Rp 820,9 triliun, naik dari outlook APBN 2026 yang berjumlah Rp 720,8 triliun.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp 240 triliun akan disiapkan untuk program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah menempatkan pemenuhan gizi siswa sebagai bagian penting dari upaya mendukung kualitas pembelajaran.
Renovasi Ribuan Sekolah Masuk Prioritas
Selain MBG, pemerintah menyiapkan dana besar untuk perbaikan dan pembangunan satuan pendidikan. Renovasi 12.215 sekolah dan madrasah dirancang memperoleh Rp 18,2 triliun.
Pemerintah juga menganggarkan Rp 32,9 triliun bagi Sekolah Rakyat. Dana itu digunakan untuk membangun 100 sekolah baru serta membiayai operasional 166 sekolah.
| Prioritas Pendidikan | Alokasi | Rencana Pemanfaatan |
|---|---|---|
| Makan Bergizi Gratis | Sekitar Rp 240 triliun | Dukungan gizi siswa |
| Sekolah Rakyat | Rp 32,9 triliun | Pembangunan dan operasional sekolah |
| Renovasi sekolah dan madrasah | Rp 18,2 triliun | 12.215 satuan pendidikan |
| Sekolah unggul Garuda | Rp 2,7 triliun | Pembangunan tujuh sekolah |
Pembangunan tujuh sekolah unggul Garuda mendapat anggaran Rp 2,7 triliun. Pemerintah juga merancang sekolah nasional terintegrasi dengan alokasi Rp 7,21 triliun untuk siswa berprestasi dan memiliki bakat istimewa.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyebut pagu Kemendikdasmen pada 2027 mencapai Rp 61,1 triliun. Sebesar Rp 55,51 triliun di antaranya disiapkan untuk pelaksanaan program kerja prioritas nasional.
Digitalisasi dan Dukungan bagi Guru
Kemendikdasmen merancang anggaran Rp 5,83 triliun untuk digitalisasi pembelajaran. Pembangunan studio guru juga mendapat alokasi Rp 40 miliar untuk mendukung pengembangan pembelajaran.
Revitalisasi satuan pendidikan direncanakan menerima Rp 9,28 triliun melalui mekanisme swakelola oleh sekolah masing-masing. Pemerintah turut menyediakan Rp 14,9 triliun untuk peningkatan kesejahteraan guru non-ASN yang memiliki sertifikasi.
| Program Kemendikdasmen | Alokasi | Sasaran |
|---|---|---|
| Revitalisasi satuan pendidikan | Rp 9,28 triliun | Pelaksanaan swakelola sekolah |
| Digitalisasi pembelajaran | Rp 5,83 triliun | Penguatan pembelajaran berbasis digital |
| Program Indonesia Pintar | Rp 13,79 triliun | 18 juta siswa berbasis DTSEN |
| Kesejahteraan guru non-ASN | Rp 14,9 triliun | Guru bersertifikasi |
Pemerintah menyiapkan Rp 5 triliun sebagai langkah awal menuju wajib belajar minimal pada pendidikan dasar tanpa pungutan biaya. Bantuan perlengkapan sekolah turut dialokasikan senilai Rp 250 miliar.
Program Indonesia Pintar secara lebih luas disebut menyasar 22,1 juta siswa, sedangkan KIP Kuliah ditujukan untuk 1,1 juta mahasiswa. Dalam rincian Kemendikdasmen, PIP mendapat Rp 13,79 triliun untuk 18 juta siswa yang berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.
Memenuhi Amanat Alokasi 20 Persen
Anggaran pendidikan 2027 setara 20 persen dari belanja negara yang dirancang mencapai Rp 4.097,2 triliun. Pemerintah menyampaikan rancangan tersebut pada konferensi pers RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tetap berpegang pada amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN. Rencana itu juga meliputi beasiswa bagi siswa daerah afirmasi, anak pekerja migran Indonesia, serta tes kemampuan akademik SMA pada tahun kedua.






