Rancangan anggaran pendidikan 2027 mencapai Rp 820,9 triliun, dengan Rp 240 triliun disiapkan untuk Makan Bergizi Gratis. Alokasi MBG tersebut menyasar sekitar 60,6 juta penerima manfaat.
Besarnya dana program gizi itu menjadi perhatian karena anggaran pendidikan juga harus menopang bantuan siswa, mahasiswa, guru, operasional sekolah, dan perbaikan infrastruktur. Pemerintah merancang sejumlah pos belanja agar dukungan tersebut tetap berjalan.
Rincian Pos Utama dalam Anggaran Pendidikan
Selain MBG, pemerintah menyiapkan Rp 15,9 triliun untuk Program Indonesia Pintar atau PIP. Dana itu ditujukan untuk mendukung 22,1 juta siswa penerima manfaat.
KIP Kuliah memperoleh alokasi Rp 17 triliun bagi sekitar 1,1 juta mahasiswa. Pemerintah juga menyiapkan Rp 18,2 triliun untuk renovasi sekolah dan madrasah.
| Program | Anggaran | Sasaran atau Kebutuhan |
|---|---|---|
| Makan Bergizi Gratis | Rp 240 triliun | Sekitar 60,6 juta penerima |
| Program Indonesia Pintar | Rp 15,9 triliun | 22,1 juta siswa |
| KIP Kuliah | Rp 17 triliun | Sekitar 1,1 juta mahasiswa |
| Renovasi sekolah dan madrasah | Rp 18,2 triliun | Peningkatan fasilitas |
Operasional Sekolah dan Dukungan Guru
Bantuan Operasional Sekolah disiapkan untuk sekitar 54,2 juta siswa. Sementara Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD mencakup sekitar 6,3 juta peserta didik.
Belanja pendidikan juga mencakup tunjangan profesi bagi sekitar 1,3 juta guru non-PNS. Tunjangan bagi guru Aparatur Sipil Negara Daerah ditujukan untuk sekitar 1,7 juta orang.
Pemerintah turut menyediakan tambahan penghasilan bagi sekitar 20,7 ribu guru di daerah. Dukungan itu diarahkan untuk memperkuat pembiayaan layanan pendidikan di berbagai wilayah.
Pembangunan Sekolah dan Layanan Kebudayaan
Pembangunan tujuh sekolah unggul mendapatkan anggaran sekitar Rp 2,7 triliun. Pemerintah juga menyiapkan Rp 32,9 triliun untuk membangun 100 Sekolah Rakyat.
Operasional Sekolah Rakyat yang telah mencapai 166 unit tetap masuk dalam dukungan belanja pendidikan. Bantuan operasional juga dialokasikan untuk 148 museum dan taman budaya.
Pernyataan Pemerintah Mengenai MBG
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan angka Rp 240 triliun dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan tahun anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta. Pernyataan itu dikutip pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
“Sekitar Rp 240 triliun untuk MBG,” kata Purbaya. Pemerintah menempatkan program tersebut dalam arah belanja pendidikan untuk memperluas dukungan masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya menyebut alokasi itu masih sementara. Menurut dia, jumlah penerima Makan Bergizi Gratis dapat berada di kisaran 70 juta orang apabila terjadi refocusing anggaran.
Rincian akhir sasaran program masih akan mengikuti pengaturan anggaran pemerintah. Dengan kondisi itu, besaran penerima MBG berpotensi berubah meski alokasi sementara telah disebut sebesar Rp 240 triliun.






