116 Juta Paun untuk Anderson, Man City Siapkan Lini Tengah Baru di Era Maresca

Manchester City menyiapkan pembaruan lini tengah dengan merekrut Elliott Anderson dari Nottingham Forest senilai 116 juta Paun. Pembelian besar itu dilakukan ketika Bernardo Silva telah dilepas dan Rodri diperkirakan akan pergi.

Anderson, yang berusia 23 tahun, diproyeksikan memegang peran penting dalam susunan baru The Citizens. Kepindahannya terjadi di tengah perubahan personel sekaligus pergantian manajer di klub.

Manchester City kini memasuki era Enzo Maresca setelah kepergian Pep Guardiola. Maresca pernah menjadi asisten Guardiola, sehingga ia memiliki kedekatan dengan gaya permainan pendahulunya.

Namun, kedekatan tersebut tidak menghapus perbedaan pengalaman antara kedua pelatih. Guardiola meninggalkan catatan panjang, sedangkan Maresca masih menjalani pembuktian dalam tugasnya memimpin Manchester City.

Rekam jejak dua manajer

ManajerPengalamanPencapaian yang disebutkan
Pep Guardiola19 tahun di dunia kepelatihan41 trofi, termasuk 6 Premier League dan 1 Liga Champions bersama Man City
Enzo MarescaMulai melatih pada 2021UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub bersama Chelsea

Guardiola meninggalkan warisan besar setelah mengoleksi 41 trofi mayor dan minor sepanjang karier kepelatihannya. Bersama Manchester City, ia meraih enam gelar Premier League serta satu trofi Liga Champions.

Maresca setidaknya membawa bekal dari dua keberhasilan bersama Chelsea, yakni UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Tantangan berikutnya adalah membangun kekuatan tim sambil menjaga kesinambungan ide permainan di klub.

Kondisi itu membuat kedatangan Anderson memiliki konteks lebih luas daripada sebuah transfer mahal. Ia masuk saat Manchester City membutuhkan pemain baru untuk menghadapi perubahan pada pusat permainan mereka.

Tak terpengaruh masa transisi

Anderson tidak menganggap transisi kepemimpinan sebagai alasan untuk merasa kecil hati. Ia justru tertarik pada kesempatan berkembang di antara pemain-pemain terbaik yang dimiliki Manchester City.

“Ini klub yang sangat besar dan para pemain yang mereka punya itu kalangan yang terbaik. Saya ingin dikelilingi oleh pemain-pemain semacam ini, untuk membuktikan diri setiap harinya,” kata Anderson seperti dikutip The Guardian.

Ucapan tersebut menunjukkan Anderson menilai kompetisi internal sebagai bagian dari tuntutan bermain di klub besar. Ia ingin mengukur kemampuannya dari hari ke hari bersama skuad yang memiliki standar tinggi.

Gelandang ini juga menyimpan kekaguman khusus kepada Kevin De Bruyne. Anderson menyebut pemain Belgia itu telah menjadi panutan baginya selama satu dekade.

“De Bruyne itu selalu jadi panutan saya selama 10 tahun terakhir. Saya suka menontonnya. Bisa berada di sini di klub yang sama dan bermain di tempat ia bermain itu rasanya spesial,” ujar Anderson.

Menurut sport.detik.com, Anderson memilih memandang perubahan besar di Manchester City sebagai peluang. Kini, nilai transfer 116 juta Paun dan kebutuhan akan lini tengah baru menempatkannya di bawah perhatian besar sejak awal.

Baca Juga