Besarnya porsi karakter tidak menjadi pertimbangan utama Karina Icha saat menerima tawaran bermain dalam Sahabat Anak Indonesia. Ia memilih terlibat karena menilai film tersebut memiliki pesan edukasi yang berguna bagi masyarakat.
Karina memerankan ibu dari Joshua dalam film yang berkaitan dengan Hari Anak Nasional itu. Peran tersebut menjadi salah satu pekerjaan akting yang dijalani presenter tersebut pada tahun ini.
Ia tidak keberatan ditempatkan sebagai pemeran pendukung. Karina berpandangan bahwa seorang seniman perlu melihat sisi positif dan pesan yang dapat disampaikan karya kepada publik.
“Saya tidak mau jadi perempuan yang egois, yang harus selalu mendapatkan peran utama,” ujar Karina. Menurutnya, keterlibatan dalam karya bernilai positif tetap penting meski karakter yang dimainkan bukan tokoh sentral.
Nilai Edukasi Menjadi Pertimbangan
Karina memandang sebuah tawaran pekerjaan perlu dinilai dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Pertimbangan itu membuatnya menerima peran sebagai ibunda Joshua.
Ia menyebut prinsip pribadi menjadi batas saat menentukan pekerjaan yang akan diambil. Selama sebuah kepercayaan masih sejalan dengan prinsip tersebut, Karina akan menerimanya.
“Kalau misalnya dikasih kepercayaan dan itu masih sesuai dengan alur prinsip saya, pasti saya terima,” jelasnya. Karina juga berusaha memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya sebagai presenter dan aktris.
Pendekatan itu menempatkan makna sebuah karya di atas ambisi terhadap status pemeran utama. Karina melihat peran pendukung pun dapat ikut menguatkan pesan yang ingin disampaikan film.
Film Anak Dinilai Perlu Diberi Ruang
Karina menyoroti pilihan tontonan yang dihadapi anak-anak saat ini. Ia menilai film anak mulai berkurang, sementara film dari luar negeri dan tontonan untuk dewasa lebih banyak tersedia.
Kondisi tersebut membuat film anak Indonesia seperti Sahabat Anak Indonesia patut diapresiasi, menurut Karina. Film itu membawa materi edukasi yang ditujukan untuk anak-anak Indonesia.
“Oleh karena itu, ini sangat kita apresiasi,” kata Karina di Jakarta, seperti diberitakan hot.detik.com. Ia mengaitkan apresiasi tersebut dengan kebutuhan akan tontonan anak yang membawa nilai positif.
Kehadiran film edukatif dinilai dapat memberi pilihan di tengah beragam tayangan yang dikonsumsi anak. Karina berharap pesan yang berguna bagi masyarakat tetap mendapat tempat melalui karya semacam itu.
Melalui perannya dalam Sahabat Anak Indonesia, Karina mendukung penyampaian nilai pendidikan tanpa menjadikan posisi karakter sebagai fokus utama. Sikap itu sejalan dengan prinsipnya untuk memilih pekerjaan berdasarkan manfaat yang dapat dibawa kepada publik.






