Al Qadsiah menempatkan Tijjani Reijnders sebagai target penting untuk memperkuat skuadnya. Klub asal Dammam itu sedang berupaya meningkatkan daya saing setelah finis di peringkat keempat Saudi Pro League dalam dua musim beruntun.
Upaya tersebut beriringan dengan persiapan klub untuk pindah ke stadion baru. Reijnders dinilai berpotensi memberi pengalaman dan kualitas tambahan bagi tim pada musim 2026/2027.
Langkah Al Qadsiah tidak sederhana karena Manchester City memasang harga 55 juta pound. Kedua klub kini sedang membicarakan kemungkinan transfer gelandang internasional Belanda berdarah Indonesia tersebut.
Pembicaraan juga berlangsung antara Al Qadsiah dan Reijnders. Karena itu, kelanjutan proses tidak hanya ditentukan oleh nilai transfer, melainkan juga keputusan sang pemain.
Negosiasi Masih Berjalan
The Athletic menyebut Al Qadsiah memiliki harapan untuk mencapai kesepakatan dalam beberapa hari mendatang. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai kepindahan Reijnders ke Arab Saudi.
“Pembicaraan di antara kedua klub dan di antara Al Qadsiah dengan si pemain sedang berlangsung dan meskipun fokusnya tertuju pada laga pembuka klub Arab Saudi itu pada Kamis nanti, ada harapan sebuah kesepakatan bisa tercapai dalam beberapa hari ke depan,” tulis The Athletic. Keterangan itu menunjukkan pembahasan masih berada dalam tahap negosiasi.
Al Qadsiah menjadi peminat paling serius setelah beberapa klub Eropa sebelumnya dikaitkan dengan Reijnders. Nottingham Forest, Galatasaray, dan Juventus termasuk nama yang pernah muncul dalam rumor transfernya.
Ketertarikan terhadap Reijnders didukung pengalamannya di AC Milan dan Manchester City. Namun, klub Saudi itu kini memiliki peluang nyata karena Manchester City membuka kemungkinan melepas pemainnya.
Harga di Atas Biaya Kedatangan
Manchester City merekrut Reijnders dari AC Milan dengan biaya 46,5 juta pound. Harga 55 juta pound yang diminta saat ini menunjukkan klub tersebut mematok nilai lebih tinggi untuk sang pemain.
Reijnders baru menjalani satu musim bersama Manchester City. Masa depannya menjadi tidak pasti saat klub melakukan perubahan dalam komposisi lini tengah.
Kedatangan Elliot Anderson turut menjadi konteks penting dalam situasi tersebut. Reijnders kemudian masuk kelompok pemain yang dapat dilepas oleh Manchester City.
Catatan di Lapangan
Perubahan situasi itu terjadi meski Reijnders memiliki catatan bermain yang cukup kuat pada musim 2025/2026. Ia tampil sebagai starter dalam 34 dari total 50 pertandingan bersama Manchester City.
Gelandang itu menyumbang tujuh gol dan tujuh assist selama periode tersebut. Kontribusi tersebut memperlihatkan perannya dalam menjaga aliran permainan sekaligus memberi ancaman di lini depan.
Apabila transfer tercapai, Al Qadsiah akan memperoleh pemain yang masih memberi pengaruh cukup besar di Manchester City pada musim sebelumnya. Sebaliknya, Manchester City akan melanjutkan pembaruan lini tengah setelah mencapai persetujuan dengan klub Saudi dan Reijnders.






