Sistem berbasis motor listrik menyerap sekitar 53% konsumsi listrik global, sehingga pengaturan kerja motor menjadi bagian penting dalam upaya efisiensi energi. Di bangunan, porsi konsumsi listrik dari sistem tersebut mencapai sekitar 36%, terutama melalui pompa, kipas, dan kompresor HVAC.
Schneider Electric memperkenalkan Altivar HVAC ATH600 di Indonesia untuk membantu motor bekerja sesuai kebutuhan aktual. Perangkat variable speed drive atau VSD ini ditujukan bagi pengelola fasilitas yang ingin menekan pemakaian energi tanpa mengabaikan kestabilan operasional.
Motor Tidak Selalu Harus Beroperasi Penuh
ATH600 mengatur kecepatan motor berdasarkan kondisi beban pada sistem pendingin dan ventilasi. Saat kapasitas penuh tidak dibutuhkan, motor dapat beroperasi pada tingkat yang lebih sesuai sehingga konsumsi energi dapat ditekan.
Pendekatan ini relevan untuk fasilitas dengan kebutuhan pendinginan dan ventilasi yang berubah-ubah. Pengoperasian motor pada kapasitas maksimum secara terus-menerus berpotensi membuat penggunaan listrik menjadi tidak efisien ketika beban sistem menurun.
Selain mengendalikan putaran motor, perangkat ini memiliki fungsi pemantauan daya untuk membantu pengelola melihat kebutuhan energi dari sistem yang terhubung. Data tersebut dapat digunakan tim operasional untuk mengoptimalkan pengoperasian peralatan HVAC.
| Aspek | Detail Altivar HVAC ATH600 |
|---|---|
| Rentang daya | 0,75 kW hingga 250 kW |
| Pemasangan | Di dalam panel atau langsung di dinding |
| Aplikasi | Chiller, AHU, heat pump, rooftop unit, ventilasi, ekstraksi asap |
| Keamanan siber | IEC 62443-4-2 Security Level 1 |
Ditujukan untuk Fasilitas yang Beroperasi Berkelanjutan
Altivar HVAC ATH600 menyasar bangunan komersial serta infrastruktur yang membutuhkan operasi stabil, termasuk rumah sakit, hotel, bandara, dan data center. Sistem HVAC di fasilitas tersebut umumnya berperan penting untuk menjaga kenyamanan, keamanan, maupun keberlangsungan layanan.
Perangkat ini dapat digunakan pada chiller, air handling unit atau AHU, heat pump, rooftop unit, sistem ventilasi, hingga ekstraksi asap. Cakupan aplikasi tersebut membuatnya ditujukan pula bagi produsen mesin, integrator sistem, panel builder, dan pengelola fasilitas.
Menurut laporan inet.detik.com, ATH600 tersedia dalam rentang daya 0,75 kW sampai 250 kW. Desainnya yang ringkas menyediakan pilihan pemasangan di dalam panel kontrol atau langsung pada dinding.
Salah satu variannya, ATH630, dirancang untuk motor 11 kW pada aplikasi normal duty. Varian ini memiliki tingkat perlindungan IP20 dan ditujukan untuk pemasangan di panel kontrol.
Konektivitas dan Perlindungan Operasional
Schneider Electric melengkapi ATH600 dengan fungsi keselamatan, keamanan siber, pemantauan daya, serta konektivitas. Pemantauan dan perlindungan tersebut ditujukan untuk membantu tim operasional mengenali potensi gangguan lebih awal.
Konektivitas bawaan perangkat memungkinkan integrasi dengan EcoStruxure Building Operation untuk kebutuhan sistem manajemen gedung. ATH600 juga dapat dihubungkan dengan Power Monitoring Expert untuk pemantauan daya dan energi, diagnosis, serta penanganan gangguan.
Aspek keamanan siber menjadi perhatian karena perangkat HVAC semakin terhubung dengan sistem digital bangunan. Altivar HVAC ATH600 telah memperoleh sertifikasi IEC 62443-4-2 Security Level 1.
Tonny Hendro Kusumo, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia, menyatakan teknologi HVAC yang tepat penting untuk keandalan, keselamatan, dan keamanan operasional bangunan. “Sejalan dengan semangat Advancing Energy Tech, kami terus menghadirkan teknologi yang membantu pelanggan mengelola energi secara lebih efisien, andal, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
ATH600 turut mendukung penggunaan refrigeran generasi baru dengan nilai Global Warming Potential atau GWP yang lebih rendah. Lebih dari 70% kardus kemasannya berasal dari material daur ulang dan tidak menggunakan plastik sekali pakai.






