Lonjakan harga AGAR hingga 23,35% tidak cukup mengangkat IHSG ke zona positif pada awal perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan turun 5,17 poin atau 0,08% ke level 6.296,59 pada awal sesi I.
Pembukaan pasar memperlihatkan kondisi yang beragam karena jumlah saham menguat lebih banyak daripada saham yang melemah. Namun, tekanan pada sejumlah saham tetap membuat pergerakan indeks domestik berada di bawah level penutupan sebelumnya.
Penguat Terbesar Menonjol di Tengah Koreksi
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menjadi emiten dengan kenaikan paling tinggi pada pembukaan perdagangan. Saham ini melonjak 23,35% hingga mencapai Rp1.585.
PT Ekadharma International Tbk (EKAD) mengikuti dengan kenaikan 17,33% ke Rp352. Tiga saham lain juga masuk jajaran penguat tertinggi dengan kenaikan di atas 7%.
| Emiten | Kenaikan | Harga |
|---|---|---|
| PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) | 23,35% | Rp1.585 |
| PT Ekadharma International Tbk (EKAD) | 17,33% | Rp352 |
| PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) | 9,65% | Rp1.875 |
| PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) | 8,33% | Rp1.040 |
| PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) | 7,95% | Rp95 |
EURO menguat 9,65% menjadi Rp1.875, sedangkan YPAS naik 8,33% ke Rp1.040. SLIS melengkapi lima besar penguat dengan kenaikan 7,95% menjadi Rp95.
Secara keseluruhan, 208 saham tercatat naik pada awal sesi. Sebanyak 173 saham turun dan 240 saham lainnya bergerak stagnan.
Nilai Transaksi Menembus Rp196,67 Miliar
Data RTI menunjukkan perdagangan awal berlangsung cukup aktif. Sebanyak 763,322 juta saham berpindah tangan melalui 46.158 kali transaksi dengan nilai Rp196,67 miliar.
IHSG bergerak pada rentang 6.289 hingga 6.303 selama menit awal perdagangan. Investor Daily melaporkan pembukaan merah tersebut terjadi ketika aktivitas transaksi telah ramai.
Tekanan Datang Saat Asia Menguat
Arah IHSG berlawanan dengan sejumlah pasar utama Asia pada pagi itu. Nikkei225 naik 1,77%, sementara Kospi menguat lebih tinggi sebesar 2,35%.
Perbedaan pergerakan tersebut menambah perhatian terhadap sentimen domestik dan indikator teknikal indeks. Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah sepanjang perdagangan.
Dalam risetnya, Reliance Sekuritas menempatkan support IHSG di 6.230 dan resistance di 6.374. Proyeksi itu didasarkan pada pola candle bearish yang menembus di atas MA20 serta Stochastic yang membentuk dead cross.
“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG hari ini akan mengalami pelemahan,” tulis Reliance Sekuritas. BBCA, BBRI, BBNI, dan SMRA masuk dalam daftar saham pilihan dari sekuritas tersebut.
Penguatan tajam sejumlah emiten memperlihatkan pasar masih menyediakan ruang bagi saham tertentu untuk bergerak positif. Meski demikian, arah indeks tetap dibayangi sinyal teknikal dan batas support yang menjadi perhatian selama sesi perdagangan.






