Adidas Masuk Bali United, Jersey Kandang dan Tandang Tampil dengan Wajah Bali

Adidas resmi menjadi penyedia apparel Bali United pada musim 2026/2027, dengan dua jersey utama yang mengangkat identitas budaya daerah. Seragam kandang memakai Barong Ket, sedangkan jersey tandang menampilkan inspirasi Hanoman dan Lamak Bali.

Pemilihan simbol tersebut memberi wajah Bali yang kuat pada kolaborasi baru ini. Bali United menempatkan makna keberanian, perlindungan, kesetiaan, dan daya juang dalam konsep visual seragamnya.

Peluncuran Lebih Awal

Kerja sama tersebut ditandatangani di Bali United Training Centre, Gianyar, Bali, pada Jumat, 24 Juli 2026. Bali United langsung menampilkan jersey yang akan dipakai sepanjang kompetisi musim 2026/2027 pada kesempatan itu.

Klub memperkenalkan seragam kandang dan tandang secara bersamaan dengan pengumuman kemitraan. Langkah ini berbeda dengan Persija Jakarta yang disebut baru akan meluncurkan jersey Adidas pada 29 Agustus.

Bali United juga memperluas cakupan kerja sama ini untuk kebutuhan tim senior dan Elite Pro Academy atau EPA. Selain itu, Adidas menyiapkan koleksi eksklusif bagi Semeton, sebutan untuk pendukung Bali United.

Makna di Balik Rancangan

Jersey kandang berangkat dari filosofi Barong Ket yang melambangkan kebaikan, keberanian, serta energi pelindung. Elemen itu dipilih untuk membentuk karakter tim ketika tampil di hadapan pendukung sendiri.

Seragam tandang menggunakan Hanoman sebagai lambang kesetiaan dan semangat pantang menyerah. Unsur Lamak Bali melengkapi desain agar memiliki karakter tersendiri dibandingkan jersey kandang.

JerseyInspirasi UtamaFilosofi
KandangBarong KetKebaikan, keberanian, energi pelindung
TandangHanoman dan Lamak BaliKesetiaan dan pantang menyerah

Proses desain melibatkan Bali United, Adidas Indonesia, dan seniman Bali Dewa Gede Raka Jana Nuraga atau Rakajana. Kolaborasi ini membuat karya seniman lokal menjadi bagian dari identitas apparel klub untuk musim baru.

Medcom.id melaporkan bahwa tim desain global Adidas juga turut membantu pengerjaan jersey Bali United. Standar desain yang digunakan disebut sejajar dengan proses yang diterapkan bagi klub-klub elite dunia.

Ambisi Melampaui Kompetisi Domestik

Benjamin Handradjasa, Presiden Direktur sekaligus manajer umum Adidas Indonesia, mengatakan tim yang terlibat dalam proyek Bali United juga membantu desain klub internasional. “Tim Adidas Global Design yang terlibat di sini untuk membantu Bali United adalah tim yang sama yang juga membantu desain untuk klub-klub internasional lainnya,” ujar Benjamin.

Pernyataan itu memperlihatkan skala dukungan Adidas dalam kolaborasi dengan Bali United. Namun, desain yang dipilih tetap menekankan unsur lokal melalui simbol dan karya yang berakar dari Bali.

CEO Bali United Yabes Tanuri menyebut kemitraan baru tersebut berkaitan dengan visi klub untuk dikenal secara domestik maupun internasional. Ia menilai kehadiran Adidas dan desain jersey baru dapat memberi dorongan kepada skuad.

“Kami merasakan kolaborasi ini memberikan sebuah harapan baru,” kata Yabes. Ia berharap kualitas apparel tersebut membantu menumbuhkan daya juang serta kepercayaan diri tim dalam menghadapi musim 2026/2027.

Bagi Bali United, jersey baru ini menjadi pertemuan antara ambisi memperluas pengakuan klub dan upaya menjaga identitas daerah. Barong Ket, Hanoman, Lamak Bali, serta keterlibatan Rakajana menjadi pembeda utama dalam awal kemitraan bersama Adidas.

Baca Juga