AC Milan membalikkan keadaan untuk menang 4-2 atas Manchester United, meski lawannya sempat memimpin dua kali. Hasil laga uji coba pramusim di Wroclaw Stadium, Polandia, Sabtu (15/8/2026), memperbesar agenda evaluasi Michael Carrick menjelang kompetisi resmi.
Tiga gol AC Milan pada babak kedua menjadi pembeda setelah Patrick Dorgu sempat mengembalikan keunggulan Manchester United. Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek memastikan kebangkitan klub Italia tersebut.
Babak Kedua Mengubah Arah Pertandingan
Manchester United memasuki babak kedua dengan harapan membangun keunggulan setelah Dorgu mencetak gol. Namun, AC Milan menunjukkan respons yang lebih kuat dan mampu mengubah skor akhir menjadi 4-2.
Alphadjo Cisse menjadi bagian dari rangkaian gol balasan AC Milan. Goncalo Ramos dan Ruben Loftus-Cheek kemudian melengkapi kemenangan tim yang kini dibesut Ruben Amorim, mantan juru taktik Manchester United.
Kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi sisi paling mencolok dari hasil tersebut. Manchester United tidak hanya kehilangan posisi memimpin, tetapi juga kebobolan tiga gol pada fase berikutnya.
| Skor | Pencetak Gol | Keterangan Waktu |
|---|---|---|
| Manchester United 1-0 | Harry Maguire | Menit ke-2 |
| 1-1 | Samuel Chukwueze | Menit ke-37 |
| Manchester United kembali unggul | Patrick Dorgu | Usai jeda |
| AC Milan menang 4-2 | Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, Ruben Loftus-Cheek | Babak kedua |
Awal Cepat Manchester United Tidak Cukup
Harry Maguire membuka skor ketika laga baru berjalan dua menit. Manchester United memperoleh awal yang ideal, tetapi tidak mampu mengubahnya menjadi kendali penuh atas pertandingan.
Samuel Chukwueze menyamakan kedudukan pada menit ke-37. Gol itu membuat kedua tim memasuki jeda dengan skor 1-1 dan membuka jalan bagi perubahan besar pada paruh kedua.
Gol Dorgu setelah jeda sempat menghadirkan peluang bagi Manchester United untuk menutup laga dengan hasil positif. Namun, keunggulan kedua tersebut kembali lepas sebelum pertandingan berakhir.
Carrick Menuntut Pembenahan
Carrick mengakui performa timnya belum memenuhi standar yang diharapkan. Ia menyebut beberapa pemain menjalani laga pertama, tetapi tetap meminta skuad mengambil pelajaran dari kekalahan ini.
“Kami kecewa dengan hasil hari ini. Kami tidak bermain dengan baik, dan ada alasan di baliknya. Kami perlu belajar dan berbenah dari situasi ini; lagipula, beberapa pemain tadi menjalani laga pertama mereka,” ujar Carrick.
Menurut Detik Sport, Carrick tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai pembenaran atas hasil buruk. Ia menegaskan Manchester United memang tidak cukup baik dalam pertandingan tersebut.
“Ada berbagai alasan-bukan bermaksud mencari alasan, kami memang tidak bermain cukup baik hari ini,” tambah Carrick. Penilaian itu menempatkan kemampuan menjaga momentum sebagai salah satu hal yang perlu diperbaiki sebelum musim kompetisi berjalan.
Laga melawan AC Milan menunjukkan dua gol tidak cukup bila Manchester United gagal mempertahankan ritme permainan. Pembenahan respons ketika kehilangan momentum menjadi pekerjaan penting bagi Carrick dan skuadnya pada pertandingan berikutnya.






