Mudah marah karena hal kecil, terus menggulir media sosial, atau berbelanja daring secara berlebihan dapat terjadi sebagai bagian dari perubahan perilaku. Dalam konteks tertentu, kebiasaan tersebut dapat menyertai depresi yang tidak terlihat jelas.
Depresi dapat memengaruhi cara seseorang merasakan sakit, mengelola emosi, tidur, dan merawat diri. Tanda-tandanya perlu dilihat sebagai rangkaian perubahan yang menetap, bukan hanya satu gejala yang muncul sesekali.
Perilaku dan Emosi yang Dapat Berubah
1. Nyeri Kronis yang Tidak Kunjung Mereda
Sakit kepala atau sakit perut yang terasa makin tajam dapat berkaitan dengan kondisi mental negatif. Depresi dan nyeri fisik memiliki jalur biologis serta neurotransmiter yang saling terkait.
Studi dalam jurnal Pain mencatat 56% orang dengan depresi atau kecemasan juga mengalami nyeri kronis. Richard Kravitz, profesor penyakit dalam Universitas California, Davis, menjelaskan bahwa kondisi mental negatif dapat membuat ketidaknyamanan tubuh terasa lebih kuat.
2. Berat Badan Naik atau Turun
Perubahan berat badan dapat memiliki hubungan dua arah dengan depresi. Depresi dapat memicu kenaikan berat badan atau obesitas, sementara kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan depresi.
Sebagian orang justru mengalami penurunan nafsu makan yang tajam. Anxiety & Depression Association of America mencatat perubahan itu dapat berujung pada penurunan berat badan.
3. Iritabilitas dan Kemarahan
Rasa frustrasi atau marah akibat kesalahan kecil dapat menjadi tanda yang sering tidak disadari. Kondisi mental negatif dapat membuat emosi buruk lebih mudah muncul.
Simon Rego, profesor psikiatri klinis di Albert Einstein College of Medicine, mengaitkan keadaan tersebut dengan perubahan kondisi mental. Kemarahan bukan penanda tunggal depresi, tetapi perlu diperhatikan bila muncul bersama perubahan lain.
4. Rasa Hampa dan Hilangnya Motivasi
Depresi dapat menyebabkan mati rasa emosional dan hilangnya dorongan untuk menjalani aktivitas. Hal yang biasanya terasa menyenangkan, mengharukan, atau lucu dapat menjadi datar.
Seseorang dapat tampak dingin atau memilih menjauh dari orang terdekat. Menarik diri dari lingkungan berisiko mengurangi dukungan yang diperlukan.
5. Alkohol sebagai Cara Meredakan Ketegangan
Konsumsi alkohol dapat digunakan sebagai cara untuk menenangkan diri dari ketegangan. Namun, penggunaan berlebihan dapat memperkuat kecemasan serta agresivitas.
Centers for Disease Control and Prevention mencatat batas maksimal konsumsi adalah satu gelas per hari bagi wanita dan dua gelas per hari bagi pria. Penggunaan alkohol yang berulang sebagai pelarian patut mendapat perhatian khusus.
6. Media Sosial, Gim, atau Belanja Daring Berlebihan
Aktivitas digital dan belanja daring dapat memberi kesenangan instan, sekaligus menjadi cara menghindari pikiran yang tidak nyaman. Kebiasaan itu perlu diamati bila semakin sulit dikendalikan.
Ulasan dalam Psychiatry Research menemukan tumpang tindih besar antara depresi, kecemasan, dan kecanduan internet. Temuan ini menunjukkan perilaku digital dapat berkaitan dengan kondisi emosional yang sedang dialami.
7. Sulit Menentukan Pilihan Sederhana
Depresi dapat mengganggu proses kognitif dan membuat keputusan kecil terasa berat. Memilih makanan untuk sarapan atau pakaian untuk dikenakan dapat menjadi tugas yang melelahkan.
Kesulitan itu dapat muncul pada tindakan yang sebelumnya dilakukan tanpa banyak pertimbangan. Dampaknya dapat menjalar ke rutinitas harian dan aktivitas sosial.
8. Perawatan Diri Menurun
Kebersihan pribadi dan perhatian terhadap penampilan dapat menurun saat seseorang mengalami depresi. Perubahan tersebut perlu diperhatikan jika sudah mengganggu fungsi sehari-hari.
“Ini adalah spektrum. Mengabaikan kesejahteraan fisik dan penampilan Anda hanya menjadi masalah ketika hal itu melampaui batas menjadi tekanan atau disfungsi,” ujar Rego. Penilaian terhadap kondisi ini perlu mempertimbangkan tingkat tekanan dan gangguan yang dialami.
9. Pola Tidur Berubah Ekstrem
Insomnia kronis maupun tidur berlebihan hingga siang hari dapat muncul sebagai gangguan tidur. Kedua pola tersebut dikaitkan dengan depresi dalam penelitian yang dimuat di Journal of Affective Disorders.
Perubahan tidur dapat berjalan bersama keluhan tubuh, emosi yang tidak stabil, dan kebiasaan harian yang berubah. Kondisi yang berlanjut dan makin berat dapat menjadi alasan untuk mencari dukungan yang sesuai.
Ringkasan Tanda yang Perlu Diperhatikan
| No. | Tanda | Manifestasi yang Dilaporkan |
|---|---|---|
| 1 | Nyeri kronis | Sakit kepala atau sakit perut lebih tajam |
| 2 | Perubahan berat badan | Naik berat badan atau hilang nafsu makan |
| 3 | Iritabilitas | Frustrasi dan marah karena hal kecil |
| 4 | Mati rasa emosional | Hampa dan kehilangan motivasi |
| 5 | Pelarian ke alkohol | Minum untuk meredakan ketegangan |
| 6 | Perilaku kompulsif | Media sosial atau belanja daring berlebihan |
| 7 | Gangguan keputusan | Pilihan kecil terasa melelahkan |
| 8 | Perawatan diri menurun | Kebersihan pribadi terabaikan |
| 9 | Gangguan tidur | Insomnia atau tidur berlebihan |






