7.000 SPPG Dibenahi untuk MBG 2027, Anggaran Rp240 Triliun Belum Final

Pemerintah sedang meningkatkan 7.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG melalui refocusing. Pembenahan fasilitas ini menjadi bagian penting dari persiapan program Makan Bergizi Gratis pada 2027.

Di saat kesiapan sarana dikejar, pemerintah juga mematok anggaran sementara MBG sebesar Rp240 triliun. Dana tersebut belum bersifat final dan masih dapat berubah sesuai perkembangan program.

SLHS Menjadi Salah Satu Perhatian

Fokus perbaikan diarahkan kepada SPPG yang belum memiliki SLHS. Pemerintah memberikan waktu tambahan bagi fasilitas tertentu untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.

Zulkifli Hasan menyebut fasilitas yang masa waktunya belum mencapai setahun dapat memperoleh perpanjangan satu minggu lagi. Apabila persyaratan tetap tidak dipenuhi setelah masa yang diberikan, fasilitas tersebut dapat ditutup.

Kebijakan ini menempatkan kesiapan operasional sebagai unsur penting dalam perluasan MBG. Pemerintah berupaya memastikan fasilitas layanan gizi dapat menopang penyerapan program pada 2027.

Fokus PersiapanAngkaPenjelasan
Anggaran sementaraRp240 triliunDapat disesuaikan
Target penerimaSekitar 70 juta orangPerkiraan jangkauan MBG
SPPG yang dibenahi7.000 unitDitangani melalui refocusing

Anggaran Mengikuti Kebutuhan Lapangan

Alokasi Rp240 triliun disiapkan untuk mendukung perluasan penerima manfaat yang diperkirakan mencapai sekitar 70 juta orang. Namun, pemerintah belum mengunci nominal tersebut sebagai keputusan akhir.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa angka itu masih sementara. Penyesuaian dapat dilakukan setelah pemerintah melihat kebutuhan dan perkembangan pelaksanaan di lapangan.

Besarnya target penerima manfaat membuat perencanaan pendanaan tidak dapat dipisahkan dari kapasitas layanan daerah. Kebutuhan program akan terus dipantau bersama kesiapan fasilitas pemenuhan gizi.

Disampaikan dalam Pembahasan RAPBN 2027

Informasi mengenai patokan anggaran MBG disampaikan setelah konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Keterangan Zulkifli Hasan tersebut dilansir Investor Daily.

Persiapan MBG pada 2027 mencakup dua pekerjaan yang saling berkaitan, yakni pembiayaan dan pembenahan sarana. Penambahan kapasitas SPPG diharapkan mendukung layanan bagi sasaran program yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Status anggaran yang belum final memberi pemerintah ruang untuk menyesuaikan alokasi apabila kebutuhan berubah. Kepastian nilai akhirnya akan bergantung pada perkembangan pelaksanaan MBG dan kesiapan layanan di lapangan.

Baca Juga