Masuknya tujuh perguruan tinggi negeri Indonesia ke kelompok 500 universitas terbaik dunia belum dipandang sebagai titik akhir. Presiden Prabowo Subianto meminta capaian dalam QS World University Rankings 2027 itu diikuti peningkatan kualitas kampus secara terus-menerus.
Prabowo menyampaikan arahan tersebut dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pernyataannya menempatkan pemeringkatan global sebagai dorongan untuk memperkuat pendidikan tinggi nasional.
“Tahun ini 7 perguruan tinggi negeri kita berada dalam jajaran 500 kampus terbaik dunia. Dan ini harus kita perbaiki lagi,” ujar Prabowo melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Posisi Kampus Indonesia
Universitas Indonesia menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi menurut pemaparan Presiden. UI disebut menempati peringkat 131 dunia, sementara Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga masuk kelompok 300 besar.
IPB University, Universitas Padjadjaran, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi tiga kampus lain dalam kelompok 500 besar. Ketujuh PTN itu menjadi representasi Indonesia dalam capaian yang disoroti Presiden.
Data peringkat dan skor yang tersedia memuat rincian untuk lima kampus. Catatan tersebut menampilkan posisi UI sebagai peringkat sama dengan 191 dunia dan skor total 56,7.
| No. | Perguruan Tinggi | Peringkat Global | Skor Total |
|---|---|---|---|
| 1 | Universitas Indonesia | =191 | 56,7 |
| 2 | Universitas Gadjah Mada | =206 | 55 |
| 3 | Universitas Airlangga | 276 | 48 |
| 4 | Institut Teknologi Bandung | 287 | 47,2 |
| 5 | IPB University | – | – |
Cakupan dan Indikator Pemeringkatan
QS World University Rankings 2027 menguji 1.504 perguruan tinggi di berbagai negara. Sebanyak 16 PTN dari Indonesia tercakup dalam pemeringkatan tersebut.
Penilaian QS memakai indikator Lens untuk menilai kinerja institusi pendidikan tinggi. Riset dan Temuan menjadi aspek dengan bobot paling besar, yaitu 50 persen.
Employability & Outcomes menyumbang 20 persen dan Global Engagement memiliki bobot 15 persen. Learning Experience mendapat bobot 10 persen, Rasio Pengajar dengan Mahasiswa 10 persen, serta Sustainability 5 persen.
Komposisi itu menunjukkan peringkat universitas tidak semata-mata bergantung pada proses belajar di ruang kuliah. Kualitas riset, kesiapan lulusan, jejaring global, dan perhatian terhadap keberlanjutan juga turut diperhitungkan.
Prabowo menegaskan prestasi yang telah diperoleh perlu ditingkatkan pada periode berikutnya. “Tentunya ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang,” katanya.
Pencapaian tujuh PTN menjadi catatan penting bagi pendidikan tinggi Indonesia di tengah persaingan global. Keberlanjutan perbaikan mutu akan menentukan kemampuan kampus untuk mempertahankan maupun menaikkan posisi dalam penilaian berikutnya.






